Aku akan bohong dan kufur nikmat jika bilang tak ada yang luar biasa di Ramadhan tahun ini.
Menjumpai Ramadhan itu sendiri saja sudah suatu hal yang luar
biasa. Sehat dan selamat dalam menunaikan ibadah puasa, bergembira membeli
takjil dan berbuka, berpeluh ria dalam setiap gerak pada sholat tarawih, dan
malam-malam hening saat mengadu padaNya, hingga jadi yang pertama ke dapur
menyiapkan sahur.
Namun di sudut hati, si paling reflektif, aku tak bisa menafikan
bahwa ibadah yang aku kerjakan masih biasa-biasa saja, bahkan One Day One
Juz saja, banyak yang terlewatkan.
Lalu tibalah malam ini. Semua umat Islam tahu, malam ini malam
Nuzul Qur'an. Tapi bagi saya dan suami, malam ini menyimpan istimewa yang lain.
Malam saat kami sekeluarga lahir. Ya, sekeluarga. Malam ini, 10
tahun lalu, Zea lahir. Dan kami semua seperti ikut dilahirkan kembali. Saya lahir
sebagai Ibu, suami lahir sebagai Abak, ayah Ibu kami, lahir sebagai uwan, kakek
dan nenek, dan adik-adik kami, lahir menjadi mamak, acik, dan daddy untuk
pertama kalinya.
Ya, Zea lahir sebagai cucu pertama dari kedua keluarga.
Seperti malam turunnya al-Qur'an sebagai Hudan wal Furqan,
Zea yang lahir dimalam yang sama kelak akan mencari dan meniti jalan hidupnya
sendiri. Semoga iya taat pada petunjuk, dan tegas dalam membedakan kebaikan dan
keburukan.
Sekarang, bayi itu sudah berusia 10 tahun lalu. Baginya, pelukan
ibunya masih menjadi hal favorit yang ia minta kapan saja. Padahal sebenarnya,
akulah yang butuh pelukan itu.
Zea yang 10 tahun, sore tadi membelikanku vitamin C, dan
mengingatkanku meminumnya setelah berbuka. Menurutnya, Vitamin C akan
menyembuhkan sariawan yang aku derita dua hari ini.
Zea yang 10 tahun, tak pernah susah dibangunin sahur. Meski
ketiduran setelah sholat subuh selama setengah jam, dengan kantuknya, ia akan
berjalan ke kamar mandi dan bersiap ke sekolah jam 7 pagi.
Meski tak banyak yang “meningkat” di Ramadhan tahun ini, tapi
seperti ini saja sudah lebih dari cukup. Tak terbilang syukur atas semua ini.
Ramadhan yang datang kembali.
Keluarga yang masih lengkap.
Dan seorang anak yang dulu lahir di malam Nuzulul Qur’an, kini
tumbuh pelan-pelan di depan mata kami.
Alhamdulillah.
Selamat Ulang Tahun Hijriyah, Zea. Kami selalu sayang, selamanya. 💖

No comments:
Post a Comment