RESEP CAKE PISANG


 Bahan :

1.       Telor 8 butir

2.      Gula pasir 350 gr

3.      Quick ½ sdt

4.      Vanille ½  sdt

5.      Pisang 200 gr (4 buah pisang ukuran besar)

6.      Mentega/Margarin 200gr (lelehkan)

7.      Terigu 300 gr

 

Cara membuat :

1.       Kocok telur, gula pasir, quick dan vanille sampai kental.

2.      Masukkan pisang yang sudah dilumatkan.

3.      Masukkan tepung terigu.

4.      Kalau sudah tercampur rata, matikan mixer.

5.      Masukkan mentega/margarin cair.

6.      Aduk menggunakan spatula.

7.      Masukkan ke cetakan cake yang sudah dibaluri mentega dan tepung.

Panggang di oven pada suhu 165, selama 1 jam

RESEP CAKE GULO ANAU

Bahan :

1.       Telor 8 butir

2.      Gulo Anau/ gula aren 700 gr

3.      Quick ½ sdm

4.      Bumbu Spekuk 1 sdm

5.      Mentega/Margarin 200gr (lelehkan)

6.      Terigu 350 gr

7.      Maizena 50 gr

 

Cara membuat :

1.       Kocok telur, gula anau/aren, quick dan bumbu spekuk sampai kental.

2.      Masukkan tepung terigu dan maizena.

3.      Kalau sudah tercampur rata, matikan mixer.

4.      Masukkan mentega/margarin cair.

5.      Aduk menggunakan spatula.

6.      Masukkan ke cetakan cake yang sudah dibaluri mentega dan tepung.

7.      Panggang di oven pada suhu 165 dan selama 1 jam.


BUMBU BUNDA : Sejumput Cinta Kasih Ibu

Banyak hal yang membuat hati seorang ibu sering ketar-ketir persoalan anaknya. Salah satunya adalah perihal makanan si buah hati. Sebagai seorang ibu, saya tau betul apa yang para ibu rasakan mulai dari saat anak belajar makan MPASI. Ibu selalu berusaha menyiapkan makanan dengan gizi terbaik. Mulai dari belajar baca resep, beli bahan makanan dan bumbu-bumbu pelengkap, memasak dengan sepenuh hati, sampai akhirnya makanan disantap oleh si kecil. Saat makan si kecil lahap, semua lelah ibu lenyap. Tapi saat anak mulai GTM, ibulah orang pertama yang sangat patah hati.

Akhir-akhir ini, Zea lebih suka makan dengan makanan berkuah. Sup ayam, sup telur, tumis wortel dan buncis, tumis bayam, otak-otak/bakso kuah, dan bahkan kemaren rebus ayam dan kentang tanpa minyak. :D. Dan semua itu sangaaat membutuhkan bumbu pelengkap dan penyedap untuk menambah cita rasa.

Memasak tentu saja tak sempurna tanpa bumbu-bumbu pelengkap. Kita butuh tambahan nutrisi dan penyedap rasa dari bumbu-bumbu yang ada. Apalagi buat si kecil yang sedang dalam masa tumbuh kembang, Ibu tentu saja selalu berusaha memberikan yang terbaik, termasuk perihal bumbu sekalipun.

Awalnya saya menggunakan bumbu atau penyedap rasa biasa. Karena stok bumbu organik “sold out” beberapa waktu di rumah. Tapi kemudian saya didera rasa bersalah, karena kandungan dari penyedap rasa yang saya masukkan dalam makanannya.

Saat ini, bumbu masakan mudah didapatkan disekitar kita. Banyak yang menjual kemasan praktis juga. Namun, ada beberapa penyedap rasa yang terlalu banyak mengandung MSG yang tentu saja kurang baik untuk anak-anak kita. Tapi Ibu nggak perlu terlalu mengkhawatirkan hal itu lagi. Ada banyak bumbu organik dan lebih sehat yang bisa dibeli untuk pelengkap dan penyedap makanan si buah hati. Salah satunya bumbu organik “BUMBU BUNDA by Elia”.

Ada banyak jenis produk organik yang bisa langsung dipesan. Mulai dari kaldu ayam kampung, coconut cooking oil, garlic butter, unsalted butter, kecap ikan, minyak wijen, santan bubuk, dan masih banyak lagi.

Kelebihannya? Hummm, tentu saja banyak sekali, diantaranya:

1.       Halal MUI

2.      Natural

3.      Non Pengawet

4.      Non MSG

5.      Home made

6.      Memiliki sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang tujuannya agar produk yang dihasilkan oleh Perusahaan aman untuk dikonsumsi dan terhindar dari bahaya kontaminan baik secara phisik, kimia dan biologi.

7.      Menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices), yaitu suatu pedoman cara memproduksi pangan yang baik dengan tujuan agar produsen menghasilkan produk yang bermutu sesuai tuntutan konsumen, yang berarti produk tersebut terjamin mutunya dan aman dikonsumsi.

8.     Sertifikasi BPOM.

Kita bisa memesan BUMBU BUNDA melalui akun Instagramnya @bumbubunda.byelia atau klik di sini. Dibio akun tersebut terdapat link untuk pemesanan melalui berbagai marketplace.

Bagi saya pribadi, bumbu bukan hanya sekedar pelengkap dan penyedap rasa, tapi lebih dari itu. Bumbu, adalah Sejumput Cinta Kasih Ibu. 

Bagaimana denganmu? 😃

5 TEMPAT BAGUS YANG BISA KAMU KUNJUNGI JIKA BERLIBUR KE PAINAN

    Perjalanan domestik darat, laut dan udara tak perlu antigen atau PCR. Headline berita beberapa hari lalu yang sontak membuat banyak dari kita ikut bersorak. Horee..kemana-mana nggak perlu “tusuk hidung” lagi. Meski minyak goreng semakin langka dengan harga yang menggila, semoga tiket transportasi tak turut serta, agar kita bisa healing kemana-mana.

    Sejak pandemi mulai mengikat langkah kita, healing tiba-tiba menjadi istilah yang populer. Kita butuh sesuatu hal untuk “menyembuhkan” keterkekangan kita ulah pandemi. Healing bisa berupa apa saja. Makan makanan favorit, marathon Netflix, juga mengunjungi tempat-tempat menarik.

    Painan, kota kecil indah yang terkenal dengan Pantai Carocok, Bukit Langkisau dan Pulau cingkuak-nya, bisa menjadi salah satu “place of my vibe”nya kalian untuk berhealing ria. Disamping destinasi utama, ada tempat-tempat seru disekitar destinasi tersebut yang wajib kalian samperin jika berlibur kesini. Sini aku bisikin tempat favorit kami yang tentu saja sayang untuk dilewati jika berkunjung ke kota kecil ini.  

1.    Mesjid terapung Samudra Ilahi

Berada tepat di pinggir Pantai Carocok, bagi teman-teman yang muslim kalian bisa melepas “beban” di sini. “Penyembuhan” terbaik mana lagi, melebihi bertemu langsung dengan penyembuh sesungguhnya.  Iya kan? :D

Mesjid yang diresmikan 5 Februari 2021 ini bisa kalian kunjungi dengan berjalan kaki beberapa meter saja dari huruf-huruf raksasa ikon Pantai Carocok. Sejuknya sepoi-sepoi angin pantai, ademnya suasana di dalam masjid, bakal bikin kamu betah berlama-lama di sini. Bawa orang tua kesini? Dijamin mereka bakal bahagia dan senang sekali.

2.   Paparakan Café and Gallery

Kafe tepi pantai yang baru-baru ini buka bisa jadi pilihan terbaik untuk menikmati pantai sambil menyantap seafood segar dan enak saat makan siang. Pada hari-hari tertentu, kalian bisa makan sambil menikmati akustik disini. Kafe ini punya halaman belakang yang cukup luas. Kalian bisa bersantai dihammock yang terikat diantara pohon-pohon pala disana. Bersantai menikmati angin pantai, menunggu pesanan seafood hangat disajikan. 

Setelah kenyang, kalian bisa berjalan-jalan ringan di jalan beraspal mulus depan kafe, view yang langsung membingkai Pantai Carocok, Pulau Kareta dan Pulau Cingkuak, tanpa penghalang mata sama sekali. Wisata healing yang sempurna, bukan?


3.   Jalan lingkar Salido - Carocok

Jalan ini persis di depan Paparakan Café and gallery tadi. Jalan sejauh 2,5 kilometer ini menghubungkan pantai Salido dan Carocok Painan. 

Disepanjang jalan ini kalian akan disuguhi pemandangan pantai. Bersepeda, jogging pagi atau berkendara sepanjang jalan ini bisa menjadi pilihan bagus untuk kalian coba dan nikmati.

Masih disekitar Jalan lingkar Salido-Carocok dan tak jauh dari Paparakan Café and Gallery tadi, juga ada “sekelumit” pantai rindang yang cocok untuk bersantai sore jika ombak tidak pasang. Kami (saya, suami dan putri semata wayang kami) menyebut pantai ini “pantai pribadi”.  Yap, setiap kali kami berkunjung pagi hari, pantai mungil ini selalu sepi. Dibagian ujung pantai ini, rimbun oleh pohon yang rindang, yang dahan dan daunnya melengkung ke pasir pantai, membentuk seperti lengkungan gua. Berteduh dibawah sini menyantap camilan yang dibawa sendiri, sambil melihat anak riang bermain pasir dan karang, huummmm..nikmat Tuhan mana lagi yang akan kita dustakan.


4.   Takicok Coffe & Drinks

Beberapa meter dari Gerbang Pantai Carocok, kalian akan menemukan tongkrongan berkonsep milenial ini. Memesan beragam minuman dan makanan, sambil menikmati view pantai Carocok dari lantai atas. Memandang laut dengan kapal nelayan yang berjejeran, menyeruput minuman kesukaan, bertukar cerita dengan teman, tapi jangan lupa tetap patuhi protocol kesehatan. Okeee…!

5.    Pantai Hutan Peri

Begitu anak kami, Zea, menyebut pantai yang rimbun oleh cemara laut ini. Tempat ini bukan destinasi utama atau berada disekitaran pantai carocok seperti tempat-tempat yang disebutkan sebelumnya. Pantai ini terletak di Salido. Teman-teman bisa masuk lewat jalan kecil di samping Puskesmas Salido. Terus saja menyusuri jalan “setapak” dan diujung jalan, pantai ini akan langsung terlihat. Menuju pantai ini hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat. Jika menggunakan kendaraan roda empat, kalian bisa numpang parkir disekitaran Puskesmas. Jangan lupa membawa tikar dan bekal jika berkunjung ke pantai tersembunyi ini. Karena bukan destinasi wisata utama, tak ada yang berjualan di sekitar pantai ini. Jadi, sediakan bekal, sebelum lapar ya! :D


Yuk ke Painan !


**Semua foto by Yuka Fainka Putra

LAKUKAN HAL-HAL INI SAAT TERJADI GEMPA BUMI

Dua hari lalu, saat sedang sarapan sehabis mencuci pakaian, tiba-tiba terasa guncangan ringan. Uda yang sedang kerja di kamar sebelah langsung mengingatkan, “Gempa dek!”. Tapi karena tidak terlalu kuat, saya masih melanjutkan sarapan. Namun kemudian, goncangan terasa lebih kuat lagi dan kami buru-buru keluar rumah.

Setelahnya, Uda langsung membuka Instagram dan aplikasi BMKG, “Pasaman Barat, dek. Cepat telpon rumah!”.

Saya mencoba menelpon Ayah, tak tersambung. Adik-adik, begitu juga. Saya mulai khawatir. Gempa darat dengan magnitude 6,1 yang diawali dengan gempa pertama 5,2 sangatlah berbahaya.

Sambungan telpon akhirnya tersambung dengan adik pertama saya, Ahmad. Qodarullah, diujung telpon dengan tersedu dia mengabarkan rumahnya beserta 90% rumah tetangga disekitarnya runtuh rata dengan tanah. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Setelah 31 detik, telpon terputus saat dia mengatakan akan mencari dulu istrinya yang sedang bekerja di kantor kenagarian. Saya tak mendapat kabar lagi bagaimana kondisi anak-anaknya yang entah ditinggal dengan mertuanya atau dengan pengasuh. Jantung saya berdebar kencang dan tak bisa berpikir apa-apa lagi, selain duduk didepan meja kerja dan menelpon semua sanak kerabat yang kontaknya saya punya. Nihil. Jaringan sepertinya benar-benar terputus.

Pukul dua siang, istri Ahmad menelpon menggunakan nomor kontak temannya, mereka mengabarkan semua keluarga selamat dan sedang mengungsi di lapangan. Saya agak lega, setidaknya saya bisa mengetahui kabar keluarganya yang selamat. Mereka menanyakan apakah sudah bisa menghubungi Umak dan Ayah. “Belum”, jawab saya.

Pukul tiga sore, Ahmad menelpon kembali. Delapan menit dengan jaringan yang tidak jelas dan putus-putus. Ahmad bertanya bagaimana info dari BMKG, apa jenis gempanya, bagaimana prediksi gempa susulannya.

Karena sejak pagi hingga sore saya memantau akun BMKG pusat, BMKG Padang Panjang dan akun info pasaman barat yang membagikan semua berita terkini tentang gempa, saya pun memberitahunya, yang terjadi adalah gempa dangkal akibat sesar Sumatera dengan 15 gempa susulan dan akan ada gempa susulan satu hingga dua hari mendatang, dan tidak ada tanda-tanda erupsi gunung yang terpantau. Mereka tinggal tepat di bawah kaki gunung Talamau. Kenagarian Simpang Timbo Abu. Hal itu menambah kekhawatiran kami semua. Bagaimana jika gempa mengaktifkan gunung api yang sedang terlelap itu. Bagaimana jika gunung mengalami longsor tiba-tiba. Kami benar-benar sangat khawatir.

Saya mendapat informasi bahwa sekitar rumah Umak dan Ayah, di Talu, tidak apa-apa. Walau belum bisa menghubungi keluarga lainnya, saya menyarankan adik saya untuk segera mengungsi ke rumah Umak. Saya membagikan semua info yang saya tahu pada mereka.

Ahmad khawatir jalan menuju rumah Umak akan rusak parah atau akan ada longsor di sepanjang jalan, tapi saya meyakinkannya kalau menurut informasi yang saya pantau, semua baik-baik saja menuju rumah Umak.

Pukul 18:15, telpon dari ayah masuk. Saya melonjak kanget. “Da, ayah nelpon, jaringan sudah ada”, teriak saya pada Uda. Tapi sayang telpon terputus saat saya mengangkatnya.

Berkali-kali saya hubungi lagi, tapi nomornya sibuk. Saya mencoba menghubungi kontak keluarga lainnya, juga sibuk. Dan kemudian pukul 18:23 tersambung pada anak kakak sepupu saya, 51 detik, saya mendapatkan kabar Ahmad dan keluarga sudah sampai di rumah Umak. Barulah saya bisa bernafas lega. Kami menangis sesegukan dengan Uda. Sesak seharian ini, berasa terangkat tiba-tiba. Kami melakuan Video call memastikan semua orang aman dan selamat di rumah.

Meski jaringan telpon sudah menyala, listrik masih padam. Hingga pukul delapan malam tadi, listrik akhirnya menyala, tapi hanya setengah jam saja. Pukul 2 dini hari tadi gempa magnitude 4,9 terjadi lagi. Hingga sore ini, saat memposting tulisan ini, sudah terjadi 134 gempa susulan yang terjadi menurut data update dari BMKG Padang Panjang.

---------------------------------

Gempa, meskipun terjadi berulang kali, namun tak bisa diprediksi. BMKG hanya bisa memprediksi Zona gempa, tapi tidak bisa memprediksi waktu terjadinya. 

Negara kita, Indonesia, merupakan daerah rawan gempa bumi, karena dilalui oleh jalur pertemuan tektonik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup ke dalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat.

Menurut Wikipedia, Pulau Sumatera sendiri terletak di area seismik yang tinggi di dunia. Selain adanya zona subduksi dan asosiasi busur sunda di bagian pantai barat pulau tersebut, Sumatera juga mempunyai sesar strike-slip yang besar, yang biasa disebut Sesar Sumatera besar (Patahan Semangko), yang menggerakkan sepanjang pulau. Zona sesar ini mengakomodir sebagian besar gerakan strike-slip yang berasosiasi dengan konvergen oblique antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Sesar Besar Sumatra atau Patahan Semangko adalah bentukan geologi yang membentang di Pulau Sumatra dari utara ke selatan, dimulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung. Patahan inilah membentuk Pegunungan Barisan, suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat pulau ini.

Karena berada di jalur rawan gempa dengan kondisi gempa yang bisa diprediksi kapan terjadi, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum, sesaat dan sesudah terjadi gempa.

Sebelum terjadi gempa

Sediakan selalu tas siaga bencana (Emergency Preparedness Kit)

Tas darurat dapat berisi :

a.      Dokumen atau surat-surat berharga

b.      Persediaan obat-obatan (pastikan tersedia obat yang kamu butuhkan, obat sakit kepala, pembalut, minyak kayu putih dan lain-lain)

c.       Pakaian selama 3 hari

d.      Makanan dan minuman

e.      Perlengkapan mandi

f.        Uang tunai untuk berjaga-jaga.

g.      Senter dan power bank untuk mengantisipasi listrik padam.

h.     Masker

 

Saat Terjadi Gempa

Mengutip dari laman situs BPBD tentang mitigasi bencana gempa bumi, saat terjadi gempa, lakukan hal-hal berikut ini :

1. Jika saat terjadi gempa bumi dan anda berada di dalam bangunan, seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat:

·      Guncangan akan terasa beberapa saat, selama jangka waktu itu, upayakan keselamatan diri anda dengan cara berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca.

·      Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari ke luar rumah.

·      Jika anda sedang memasak, segera matikan kompor serta mencabut dan mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.

·      Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lain. Tetap lindungi kepala anda dan segera menuju ke lapangan terbuka.

·      Jangan berdiri di dekat tiang, pohon atau sumber listrik atai gedung yang mungkin roboh.

·      Jangan gunakan lift apabila sudah terasa guncangan, gunakanlah tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola gedung.

·      Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.

·      Apabila anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan dan ikuti instruksi evakuasi.

2. Jika anda berada di dalam mobil:

·      Saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar, anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil.

·      Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri bahu jalan dan berhentilah.

·      Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.

 

Peringatan Tsunami pasca gempa bumi

Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.

 

Sesudah terjadi Gempa

1.    Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.

2.   Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri anda setelah gempa bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan pada saat evakuasi.

3.   Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.

4.   Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.

5.    Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor.

6.   Jika di dalam mobil, berhentilah di pinggir jalan, tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas

-----------------------------------

Sebagai seorang muslim, Bencana bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan. Ada hikmah dan peringatan yang dapat kita petik dari sana. Berdo’a meminta perlindungan dan bertawakkal kepada Allah SWT tentu musti kita lakukan. Semoga kampung halaman, segera pulih. Sanak saudara handai tolan yang kehilangan tempat tinggal, semoga segera diganti Allah SWT dengan yang lebih baik. 

Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya. Amin.

ANAK ABAK

Kata orang, Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Sosok yang membuat putri kecil itu mendapatkan kenyamanan dan perlindungan ekstra. Sosok yang kelak setelah dewasa, menjadi tolak ukur putrinya dalam menilai pasangannya. Ikatan antara mereka sangat unik, dan tentu saja sangat menyenangkan melihat kedekatan itu.

Abak, kami mengajari malaikat kecil itu mengeja panggilan ini sejak lahir. Dan diusia kelimanya ini, Zea dan Abaknya menjelma menjadi partner in crime dan Bestie sesungguhnya.

Setiap mau tidur, Abak –dan Bunda tentu saja- harus ada disampingnya. Setelah minum susu, gosok gigi, ganti piyama, sebelum lampu dimatikan, semua orang harus lengkap. Jika Abak pulang kemalaman atau terpaksa menginap karena kerjaan, setelah video call, dia akan meminta lampu tidak dimatikan.

Bahkan minggu malam kemaren, ia minta tidur berdua saja dengan Abaknya, sambil mewanti-wanti Bunda, “Kalau Bunda takut tidur sendiri, kasih tau Ea ya, biar Ea tidur bareng Bunda”. Dan tentu saja dia tidur dengan pulas hingga pagi sambil memegang tangan Abaknya.

Zea dan Abaknya juga punya game mereka sendiri, mereka menyebutnya Game Nanas. Dan sampai tulisan ini diposting, Bunda tidak tau game apa yang mereka mainkan dengan seru itu. Saat Abak di rumah, tidak ada lagi yang namanya tidur siang. Mereka benar-benar menjadi partner in crime sejati.

Beberapa penelitian tentang ini pernah dilakukan. Mereka menemukan bahwa anak perempuan yang dekat dengan ayahnya cenderung tidak menghadapi masalah kesehatan mental di masa depan saat tumbuh menjadi perempuan dewasa. Dengan kata lain, anak akan jadi lebih tangguh dan tahan banting menghadapi kehidupan karena banyak belajar dari ayahnya. Menurut penelitian, dukungan penuh ayah terhadap anak perempuannya juga mampu membuat anak tumbuh dewasa secara mandiri dan percaya diri.

Sebagai seorang putri ayahnya, aku pribadi juga merasakan hal yang sama. Ayah bagiku bukanlah sosok yang bisa aku gambarkan dengan kata atau kalimat sederhana. Sosoknya adalah terjemahan atas apa yang dibutuhkan anak perempuan terhadap ayahnya. Ayah menurutku berperan besar dalam membentuk aku yang sekarang.

Karena itu, aku bersyukur membersamai kedekatan Zea dengan Abaknya. Melihat ia tumbuh mendapat kasih sayang yang utuh. Melihat ia semakin percaya diri karena Abak yang selalu memuji. Melihat ia berusaha, karena mendapat dukungan semangat dari Abaknya. Zea tumbuh menjadi anak Abak, dan itu benar-benar membuat kami bersyukur dan berbahagia.

إِنَّا لِلّٰهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ



 مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama” (HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’).

Hari ini, salah satu Ulama, Guru besar Pondok Pesantren Musthafawiyah, Syaikh 'Alim Allamah, H. Mahmuddin Pasaribu, guru kami tercinta berpulang menuju kekasihnya. 

Sosok guru yang memiliki ilmu yang luar biasa luasnya. Tempat umat bertanya, tempat santri menempa diri. Ayahanda yang begitu dicintai oleh ratusan ribu santrinya. Ayahanda yang acapkali menangis karna ketakutan "untuk pulang", karena merasa belum cukup bekal. Padahal beliau adalah ulama panutan, gudang ilmu pengetahuan, dan ahli ibadah yang luar biasa. Amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat, tentu tak perlu ditanya. 

Hari ini, kami dihujam rasa kehilangan yang luar biasa. Patah hati sedalam-dalamnya.  Kenangan dengan ayahanda kembali membayangi. Terbayang, kelas tanpa kantuk. Terbayang tawa renyah. Terbayang i'anah, Matan Alfiah, terbayang خضري ,  كواكب الدرية,  dan نصائح العباد 

Terbayang lari secepat mungkin melewati puluhan anak tangga asmara, agar tidak melewatkan kaji pagi bersama Ayahanda. Terbayang hari-hari Ramadhan tanpa libur ditahun terakhir di pesantren. 

Selamat jalan, Rois Syuriah PWNU Sumut, Ketua MUI Kab. Madina, Ayahanda guru kami. 

Insyaallah Husnul khotimah ya yah. Kami bersaksi bahwa Ayahanda adalah sosok ulama yang baik hati, tawadhu', mencintai Allah dan RasulNya, Sayang pada murid-muridnya, teguh pada jalan Ahlussunah wal jama'ah. 

Selamat jalan, Ayah. Sampai kita berjumpa lagi di surgaNya nanti.


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَزَوْجًة خَيْرًا مِنْ زَوْجِته، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَعَذَابِ النَّارِ.
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَه وَلاَ تَفْتِنّا بَعْدَه وَاغْفِرْلَنَا وَلَه وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاه.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَه رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَه حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِيْرانِ.

 

Ruang yang Diam-Diam Mengajar: Catatan dari Kelas Pengembangan Kurikulum PIAUD

Siang ini, seperti biasa, saya berdiri di depan kelas Pengembangan Kurikulum PIAUD, mendengarkan dua mahasiswa saya, Risa dan Nadia, mempres...