CERITA ZEA 1

Alkisah, Beberapa hari yang lalu Zea bilang dia mau jualan di sekolah.

Aiih, ibu mana pulak yang tak senang liat anaknya yang bercita-cita jadi pengusaha. 

Zea : Klo udah besar, Ea mau jadi pengusaha Skincare, Bun. Punya cabang di 4 negara. Dan tiap-tiap negaranya punya 4 toko (read: cabang) juga. 

Bunda : Masya Allaaaaaaah, hebatnya anak Bunda. Aaaaaamiiiin Allahumma Aaamiin

Zea : Tapi sekarang Ea mau jualan di sekolah dulu.

-------------------

Walhasil, akhirnya Bunda order beberapa stiker Princess dan stiker kuku untuk Zea jual di sekolah. Modal per pcs stiker kuku, 3800. Bunda bilang, bisa Zea jual 5000.

Hari ini :

Zea : Bun, Bun, Bun, jualan Ea hari ini laku 1 buah. Di beli Elif. 

Bunda : Berapa ea jual?

Zea : 5 ribu.

Bunda : Good. Hebatnya Ea. Trus mana uangnya?

Zea : Naaah, gini ceritanyaaa...Setelah Ea dapat uangnya. Ea bilang gini sama Elif dan Ailen, kalian boleh jajan apa aja di kantin, asal nggak lebih dari 3 untuk Elif dan 2 untuk Ailen. Gitu Bun.

Bunda : Waaaah, pintarnya anak Bunda. Nraktir teman, semoga Ea dapat pahala dan dijauhkan dari api neraka yaaa...(Jangan tanya bahasa kalbu Bunda yaaaa..:D wkwkw)

Zea : Ia Bun. Kayak episode Nusa Rara yang nraktir teman itu ya Bun. Klo kita traktir teman, kita dijauhkan dari neraka sejauh 10 meter.

Bunda : Trus rugi dong?

Zea : Nggak papa rugi di dunia Bun, asal beruntung di akhirat.

--------------------------------------

Si Kecil Mau Mandi Hujan?BOLEEEEH…..Eh?

Hy Buuun, udah masuk musim hujan yah sekarang. Gimana kabar jemuran? Trus hawa-hawa gini bawaannya pengen ngemil yang hangat-hangat nggak siiih? Si kecil gimana, merengek buat mandi hujan nggak? Hehehe, namanya anak-anak yaaa..Seneeeng banget yang namanya maen air. Tapi sebagai Bunda, kita rada-rada khawatir juga saat anak minta izin buat mandi hujan. Takut mereka kedinginanlah, masuk anginlah, atau terjangkit suatu virus karena air yang kotorlah.

Trus, bagusnya gimana ya? Larang atau nggak niih?

Ternyata dibalik kekhawatiran kita sebagai orang tua, mandi hujan ternyata punya manfaat juga loh buat si kesayangan kita.


1.     Menstimulasi kemampuan fisik dan motorik anak.

Kalau udah mandi hujan, si kecil pasti “rusuh” ya Bun. Lompat-lompatan digenangan air, teriak-teriak, ketawa-ketawa, menari-nari, menadah air hujan dengan tangan, bolak-balik dari tempat teduh ke yang kena hujan, happy banget. Beragam aktivitas ini dapat mengasah kemampuan fisik dan motorik jagoan kecil kita loh.

 

2.    Merangsang Kreativitas dan Imajinasi.

Saat bermain hujan, si kecil terkadang juga bermain peran dan mengimajinasikan banyak hal. Terkadang ia akan bermain kapal dan sungai pada air yang mengalir. Terkadang merasa dirinya sedang di bawah guyuran air terjun tertinggi di dunia, menyanyi, dan menari. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat merangsang kreativitas dan daya imaginasi si kecil.

 

3.    Mengasah kecerdasan naturalis dan menambah pengetahuan.

Mandi hujan membuat Si kecil memiliki koneksi terhadap alam dan berdampak positif untuk tubuh dan pikirannya. Dengan terkoneksi ia dengan alam, maka kecerdasan naturalisnya pun ikut berkembang. Pengetahuan anak juga akan berkembang. Misalnya saat kita membahas darimana asal air hujan, apa yang terjadi jika kita terlalu lama mandi hujan dan berbagai pertanyaan si kecil lainnya.

 

4.   Mencegah Obsitas.

Mandi hujan membuat anak kita banyak bergerak. Dengan banyak melakukan aktivitas fisik, buah hati kita InsyaAllah terhindar dari kelebihan berat badan yang akan berdampak pada kesehatannya kelak.

Waaah, lumayan banyak juga manfaat mandi hujan buat si kecil ya Bun. Disamping itu, saat anak-anak happy, Bunda-nya  juga happy.

Eits, tunggu dulu…

Ada yang perlu kita ketahui dan lakukan juga nih Bun, saat si kecil merengek minta mandi hujan. Apa aja yaaa…?

 

1.     Jangan di Hujan pertama.

Nah, soal yang satu ini sering banget para tetua kita juga ngingatin nih, jangan mandi hujan di hujan pertama yang turun setelah lama nggak hujan. Usut punya usut, ternyata alasannya hujan yang turun pertama kali adalah hujan yang berfungsi membersihkan polusi udara. Polusi udara, debu dan kotoran yang terbawa serta oleh air hujan, tidak bagus untuk kesehatan si kecil. Tunggu 3 atau 4 kali hujan dulu ya bun, biar udara bersih dulu.

 

2.    Pastikan si kecil fit dan daya tahan tubuhnya bagus.

Karena air hujan juga mengandung banyak bakteri, pastikan si kecil dalam kondisi fit dan kekebalan tubuhnya sudah cukup kuat menghadapi bakteri atau virus yang ada. Sebaiknya diizinkan mandi hujan setelah si kecil berumur 5 tahun ke atas. Meskipun belum ada penelitian tentang batas usia aman mandi hujan, namun rata-rata sistem imun anak, akan berkembang seiring usia mereka. Usia 5 tahun ke atas relatif lebih kuat dibanding di usia 5 tahun ke bawah.

 

3.    Tidak terlalu lama dan segera mandi air hangat serta mengganti pakaian

Setelah basah kuyup dengan riang gembira, saatnya mandi air hangat, dan mengganti pakaian dengan yang bersih. Saat mandi usahakan juga anak menggunakan sabun mandi anti bakteri ya Bun, agar kuman-kuman yang menempel di badan si kecil lenyap seketika. :D

 

4.   Beri asupan makanan yang hangat.

Hummmm….seru-seruan mandi hujan udah, mandi air hangat udah, ganti baju juga udah. Saatnya minum coklat atau susu hangat atau menyeruput mie atau pangsit kuah hangat. Beuuuh..indahnya dunia ya Bun, hehehehe. Setelahnya pasti mata jadi rada-rada merem melek tuh, persilakan si jagoan buat istirahat ya Bun.

 

Jadi kalau si kecil merengek minta mandi hujan, pastikan untuk melakukan tips-tips di atas ya Bun. Semoga Bunda dan si Kecil selalu sehat, bahagia, riang dan gembira.




KURIKULUM PROTOTYPE 2022/ KURIKULUM PARADIGMa BARU/ KURIKULUM MERDEKA : SEBUAH SAMBUTAN UNTUK KURIKULUM BARU

Genderang tahun ajaran baru sudah mulai ditabuh. Beberapa sekolah baik negeri maupun swasta sudah “mengembangkan layar” spanduk sekolahnya untuk merekrut peserta didik baru. Para orang tua mulai disibukkan memilih sekolah untuk putra-putri mereka. Memilih sekolah bagi banyak orang tua, seperti memilih baju baru menjelang lebaran. Orang tua harus cerdas memperhitungkan banyak hal. Jarak dari rumah, gedung sekolah, keamanan, lingkungan belajar, testimoni orang tua/guru hingga kurikulum sekolah.

Ya, sebagai jantung pendidikan, kurikulum memiliki peran sangat penting dalam proses tumbuh kembang sistem pendidikan. Peran penting kurikulum laksana kompas yang akan menunjukkan arah kemana pendidikan negeri ini akan dibawa. Berasal dari bahasa Yunani ‘courier’, berarti pelari, dan ‘curere’ yang bermakna lintasan lari, menjadikan curriculum memiliki arti sebagai suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Saat “diadopsi” oleh dunia pendidikan, kurikulum kemudian berarti serentetan panjang proses dan dinamika yang mencakup semua pengalaman belajar yang harus dialami siswa dan akan mempengaruhi kepribadiannya. Dilingkup sekolah, kurikulum berarti sekumpulan mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah dan memperoleh kompetensi tertentu.

Usai pandemi covid-19, pendidikan kita dihadapkan pada permasalahan baru. Terjadi learning loss (ketertinggalan pembelajaran) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek mengambil langkah cepat. Untuk pemulihan pembelajaran, ada tiga opsi yang ditawarkan. Tetap memakai Kurikulum 2013, atau menggunakan Kurikulum Darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan) atau menerapkan Kurikulum Merdeka yang resminya akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024 nanti.

Pada dasarnya, perubahan kurikulum adalah sebuah keniscayaan. Kurikulum bukan kitab suci yang tak bisa dikritisi. Kurikulum tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual saat ini. Menyongsong penerapan Kurikulum Merdeka secara bertahap dalam tiga tahun ini, ada beberapa hal yang perlu kita pahami. Mau itu namanya kurikulum prototype 2022, atau kurikulum paradigma baru, maupun kurikulum merdeka, bicara tentang perubahan kurikulum secara teoritis, sebenarnya kita musti merunutnya dari sudut pandang axioma dalam pengembangan kurikulum itu sendiri.

Peter F. Oliva dalam Developing the Curriculum merangkumnya dalam 10 axioma.

Pertama, Inevitability of Change. Perubahan kurikulum tidak bisa dihindari, tapi diperlukan. Karena melalui perubahan itulah kehidupan kita tumbuh dan berkembang. Change is both inevitable and necessary, for it is through change that life forms grow and develop, tulisnya. Apalagi mengingat pesatnya perkembangan dunia yang mengitari masyarakat 5.0 sekarang ini. Tentu saja, sebenarnya perubahan itu diperlukan. Esensi kurikulum itu sendiri pada dasarnya adalah perubahan. Jadi kurikulum itu pasti berubah. Akan disesuaikan dengan kondisi zaman, akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat, dan akan disesuaikan dengan tujuan-tujuan tertentu, termasuk tujuan dalam berbangsa dan bernegara.

Sekolah dan sistem pendidikan harus tumbuh dan berkembang merespon perubahan-perubahan dan berbagai permasalahan terkini. Perihal perubahan kurikulum di Indonesia, tentu saja didasari juga dengan niat untuk memberikan perubahan kearah lebih baik, demi masa depan generasi Indonesia yang lebih baik. Better education, better life. Dan pandemi Covid-19 pun menjadi salah satu penyebab perubahan itu musti terjadi. Kita semua tahu, bagaimana tidak efektifnya pembelajaran anak-anak kita ulah pandemi. Dan kurikulum, tentu saja harus menyesuaikan diri.

Tentu saja kita tidak anti dengan perubahan kurikulum. Namun, kebijakan ini, semestinya harus diimbangi dengan kebijakan implementasi dan kesiapan para guru dengan lebih baik lagi.

Kedua, Curriculum as a product of its time. Ya, kurikulum adalah produk waktu. Suatu produk yang harus sesuai dengan laju perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan di lapangan. Maksudnya, Kurikulum merefleksikan gambaran masyarakat saat ini. Saat terjadi perubahan kurikulum, artinya ada aspirasi dari masyarakat, ada aspirasi dari negara yang mengharapkan harus adanya perubahan. Dalam lingkup universal, juga ada program Sustainable Development Goals yang diinisiasi oleh UNESCO, yang bagaimanapun juga akan mempengaruhi perubahan kurikulum diberbagai negara.

Perubahan kurikulum pada dasarnya adalah konskuensi logis dari sifat dasar pendidikan yang dinamis, senantiasa bergerak mengikuti dan menyesuaikan dengan perubahan faktor-faktor yang melandasinya, baik filosofis, psikologis, sosiologis, IPTEK dan faktor lainnya semisal kondisi khusus akibat pandemi.

Kurikulum Merdeka, lahir dari rahim “waktu” atau kondisi tertentu. Pandemi. Alih-alih harus kewalahan dan kebingungan karena terjadi learning loss (ketertinggalan pembelajaran), Kemendikbudristek/pemerintah memutuskan untuk merubah kurikulum yang bisa disesuaikan dengan waktu pembelajaran yang memungkinkan untuk diterapkan saat dan usai pandemi. Waktu, sekali lagi, Kurikulum adalah produk waktu.

Axioma ketiga, Concurrent Changes. Curriculum changes made at an earlier period of time can exist concurrently with newer curriculum changes at a later period of time. Revisi kurikulum jarang dimulai dan diakhiri dengan tiba-tiba. Perubahan -antara kurikulum lama dan kurikulum baru- dapat hidup berdampingan dan tumpang tindih untuk jangka waktu yang lama. Biasanya kurikulum berubah secara bertahap.

Yap, benar, tak pernah ada perubahan radikal pada kurikulum, kecuali dengan sebab alasan tertentu, seperti revolusi suatu negara misalnya. Jika kita merujuk pada perubahan kurikulum saat ini, perubahan yang terjadi berubah secara bertahap. Saat ini ada tiga opsi kurikulum yang sedang dijalankan. Kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka, diberlakukan terlebih dahulu pada beberapa sekolah dengan syarat tertentu, dan disebut sekolah penggerak. Artinya ada tiga kurikulum yang sedang dipakai di Indonesia saat ini, hingga tahun 2024 nanti.

Keempat, Change in people. Curriculum change results from changes in people. Perubahan kurikulum tergantung pada orang-orang yang melaksanakan perubahan. Mengubah kurikulum berarti “mengubah” guru yang akan berinteraksi langsung dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Artinya, perubahan kurikulum harus disertai dengan mengubah mindset, sikap, pengetahuan dan keterampilan guru juga. Singkatnya, perubahan kurikulum harus melihat perubahan sosial, dan perubahan orang-orang yang terlibat, bukan hanya perubahan dokumen di atas kertas saja.

Karena sejatinya kurikulum hanyalah menu dasar. Yang terpenting adalah bagaimana menyajikan kurikulum itu dengan benar, baik dan indah di dalam kelas. Permasalahan yang sering terjadi, guru sebagai operator kurikulum tidak dilatih how to use-nya, bagaimana cara memanfaatkan kurikulum itu dengan baik. Merubah sebuah kurikulum adalah merubah mindset. Dan pada kasus kurikulum pendidikan kita, ada ratus jutaan kepala yang harus dirubah mindsetnya. Apakah itu mudah? tentu saja tidak. Kalau kondisi SDM guru kita tidak diperbaiki, berapa kalipun kurikulum berubah, kondisi kelas akan tetap seperti sebelumnya.

Untuk itulah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ini, disamping program sekolah penggerak sebagai sekolah percontohan, kementerian juga menjalankan progam guru penggerak. Sebuah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan. Semoga hasilnya seperti yang kita cita-citakan bersama.

Axioma kelima, Cooperative endeavor. Curriculum change is effected as a result of cooperative endeavor on the part of groups. Usaha bersama. Perubahan kurikulum adalah hasil dari usaha bersama. Setiap perubahan signifikan dalam kurikulum harus ada pelibatan publik, melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendapatkan pemahaman, dukungan, dan masukan mereka. Para pemangku kepentingan, dan para ahli diharapkan duduk bersama, mengkaji dan meninjau perubahan kurikulum yang akan dilakukan.

Ada beberapa kelompok atau konstituen yang semestinya turut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum, yaitu guru atau perwakilan organisasi profesi guru, para tenaga profesional terlatih dalam pengembangan kurikulum, para stakeholder (pemangku-pemangku kepentingan), siswa sebagai penerima langsung manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh perubahan kurikulum, dan juga orang tua/perwakilan orang tua yang sangat peduli dengan pendidikan putra-putrinya. Pertanyaannya, apakah para konstituen ini sudah dilibatkan dalam penerapan kurikulum merdeka saat ini? Nanti kita tanya Mas Menteri. :D

Keenam, Decision-making proses. Curriculum development is basically a decision-making process. Proses pengambilan keputusan. Pengembangan kurikulum pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan. Pengembang kurikulum harus bekerjasama, harus membuat berbagai keputusan. Pilihan tentang disiplin ilmu apa saja yang akan dipelajari, apa filsafat atau sudut pandang yang mendukung kurikulum ini, bagaimana membedakan populasi khusus, apa metode atau strategi yang digunakan dalam mengimplementasikan kurikulum, dan jenis organisasi sekolah yang seperti apa yang terbaik untuk mendukung kurikulum.

Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Para pengambil kebijakan/keputusan harus mengkaji secara mendalam apa manfaat dan apa saja resikonya jika kita mengubah kurikulum (lagi)?

Axioma ketujuh, Continuous process. Curriculum development is a never-ending process. Proses berkelanjutan. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tidak pernah berakhir. Pemantauan terus menerus/monitoring, evaluasi, dan perbaikan kurikulum sangat diperlukan. Saat dunia berubah, saat kebutuhan peserta didik berubah, saat terjadi perubahan masyarakat, saat terjadi kondisi tertentu, dan saat munculnya pengetahuan dan teknologi baru, kurikulum juga harus berubah. Semoga kurikulum baru bisa merespon perubahan-perubahan yang negara kita alami saat sekarang ini.

Kedelapan, comprehensive process. Curriculum development is a comprehensive process. Proses yang komprehensif. Pengembangan kurikulum adalah proses yang komprehensif. Pengembangan kurikulum seharusnya melibatkan perencanaan yang matang dan didukung oleh sumber daya yang memadai, dibutuhkan waktu, dan juga tenaga yang cukup. Perencanaan yang matang dalam merubah kurikulum, tentu saja butuh penelaahan terhadap kurikulum sebelumnya. Dimana loss-nya, apa saja yang kurang, apa yang harus ditambal, apa yang musti diperbaiki atau perbaharui.

Sumber daya guru dan professional kurikulum yang akan mendampingi juga harus mumpuni serta waktu yang dibutuhkan juga tidak singkat. Pengembang kurikulum harus melihat makro kurikulum, yaitu kurikulum secara keseluruhan. Ibaratnya tidak hanya memandang satu pohon, tapi harus memperhatikan seluruh hutan, bahkan diluar hutan itu sendiri.

Perubahan kurikulum di Indonesia selayaknya melihat kurikulum untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pandangan yang komprehensif ini juga mencakup kesadaran bahwa dampak pengembangan kurikulum tidak hanya pada siswa, guru, dan orang tua yang secara langsung terkait dengan perubahan kurikulum, tetapi juga pada pihak luar yang tidak terlibat langsung dalam perencanaan kurikulum tetapi terpengaruh dalam beberapa hal dari hasil kurikulum.

Axioma kesembilan, Systematic Development. Systematic development is more effective than trial and error. Pengembangan Sistematis. Pengembangan sistematis lebih efektif daripada sekedar coba-coba. Ops, jadi ingat slogan sebuah iklan kan, ‘sama anak kok coba-coba’. Pengembangan kurikulum idealnya harus dibuat sistematis. Prosedur yang sistermatis itu harus menguraikan urutan langkah-langkah yang harus diikuti untuk pengembangan kurikulum. Mulai dari menentukan tujuan, menentukan pengalaman belajar yang akan didapat para siswa, menentukan isi dan materi pelajaran, mengorganisasi atau menyatukan pengalaman belajar dengan isi atau materi pelajaran, hingga melakukan evaluasi. Dalam hal ini kemendikbudristek juga dituntut tidak hanya melakukan perubahan kurikulum, tetapi juga melakukan reformasi sistem evaluasi pendidikan, menata sistem rekruitmen dan pelatihan guru, menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, mendampingi dinas-dinas pendidikan, dan melakukan penguatan anggaran dan kelembagaan.

Jadi, pengembangan kurikulum yang sistematis itu berbentuk sebuah siklus (lingkaran) yang pada setiap tahap dalam siklus tersebut membentuk suatu sistem yang terdiri dari komponen- komponen pengembangan yang saling berhubungan satu sama lain.

Axioma Terakhir, Starting from the existing curriculum. The curriculum planner starts from where the curriculum is, just as the teacher starts from where the student are. Mulai dari kurikulum yang ada. Pengembangan kurikulum dimulai dari mana kurikulum berasal. Curriculum change does not take place overnight. Perubahan kurikulum tidak terjadi dalam semalam.

Pengembangan kurikulum dimulai dengan kurikulum yang sudah ada. Merujuk axioma ini, kurikulum merdeka selayaknya harus mengacu pada kurikulum 2013 sebagai pendahulunya. Kita harus mengkaji kembali kurikulum 2013 lalu. Apakah kurikulum 2013, sudah tidak efektif lagi dalam merespon perkembangan zaman? Kalau tidak efektif lagi, dimana letak ketidakefektifannya, apa yang harus diperbaiki? Apakah ada kesalahan dan gab yang musti ditambal? Apakah terjadi “bug” pada perangkat kurikulum yang mengakibatkan terjadinya galat pada sistem pendidikan nasional selama ini sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Jadi pengembangan kurikulum merdeka harus merujuk dulu pada hasil telaahan terhadap kurikulum 2013.

Jadi, dengan fakta bahwa kurikulum pendidikan kita akan diubah lagi menjadi kurikulum merdeka, tentu banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul menanggapinya. Apakah dengan perubahan kurikulum, profil pendidikan kita akan mengalami peningkatan? Benarkah kita benar-benar memerlukan kurikulum yang baru? Apakah langkah yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan prosedur teoritis kurikulum? Apakah terjadi ketimpangan massal antara sekolah pengguna kurikulum lama dengan yang menggunakan kurikulum baru? Apapun sebutan kurikulumnya, wait and see. Kita pantau dan kawal bersama, karena perubahan ini sudah di depan mata.

RESEP CAKE PISANG


 Bahan :

1.       Telor 8 butir

2.      Gula pasir 350 gr

3.      Quick ½ sdt

4.      Vanille ½  sdt

5.      Pisang 200 gr (4 buah pisang ukuran besar)

6.      Mentega/Margarin 200gr (lelehkan)

7.      Terigu 300 gr

 

Cara membuat :

1.       Kocok telur, gula pasir, quick dan vanille sampai kental.

2.      Masukkan pisang yang sudah dilumatkan.

3.      Masukkan tepung terigu.

4.      Kalau sudah tercampur rata, matikan mixer.

5.      Masukkan mentega/margarin cair.

6.      Aduk menggunakan spatula.

7.      Masukkan ke cetakan cake yang sudah dibaluri mentega dan tepung.

Panggang di oven pada suhu 165, selama 1 jam

RESEP CAKE GULO ANAU

Bahan :

1.       Telor 8 butir

2.      Gulo Anau/ gula aren 700 gr

3.      Quick ½ sdm

4.      Bumbu Spekuk 1 sdm

5.      Mentega/Margarin 200gr (lelehkan)

6.      Terigu 350 gr

7.      Maizena 50 gr

 

Cara membuat :

1.       Kocok telur, gula anau/aren, quick dan bumbu spekuk sampai kental.

2.      Masukkan tepung terigu dan maizena.

3.      Kalau sudah tercampur rata, matikan mixer.

4.      Masukkan mentega/margarin cair.

5.      Aduk menggunakan spatula.

6.      Masukkan ke cetakan cake yang sudah dibaluri mentega dan tepung.

7.      Panggang di oven pada suhu 165 dan selama 1 jam.


BUMBU BUNDA : Sejumput Cinta Kasih Ibu

Banyak hal yang membuat hati seorang ibu sering ketar-ketir persoalan anaknya. Salah satunya adalah perihal makanan si buah hati. Sebagai seorang ibu, saya tau betul apa yang para ibu rasakan mulai dari saat anak belajar makan MPASI. Ibu selalu berusaha menyiapkan makanan dengan gizi terbaik. Mulai dari belajar baca resep, beli bahan makanan dan bumbu-bumbu pelengkap, memasak dengan sepenuh hati, sampai akhirnya makanan disantap oleh si kecil. Saat makan si kecil lahap, semua lelah ibu lenyap. Tapi saat anak mulai GTM, ibulah orang pertama yang sangat patah hati.

Akhir-akhir ini, Zea lebih suka makan dengan makanan berkuah. Sup ayam, sup telur, tumis wortel dan buncis, tumis bayam, otak-otak/bakso kuah, dan bahkan kemaren rebus ayam dan kentang tanpa minyak. :D. Dan semua itu sangaaat membutuhkan bumbu pelengkap dan penyedap untuk menambah cita rasa.

Memasak tentu saja tak sempurna tanpa bumbu-bumbu pelengkap. Kita butuh tambahan nutrisi dan penyedap rasa dari bumbu-bumbu yang ada. Apalagi buat si kecil yang sedang dalam masa tumbuh kembang, Ibu tentu saja selalu berusaha memberikan yang terbaik, termasuk perihal bumbu sekalipun.

Awalnya saya menggunakan bumbu atau penyedap rasa biasa. Karena stok bumbu organik “sold out” beberapa waktu di rumah. Tapi kemudian saya didera rasa bersalah, karena kandungan dari penyedap rasa yang saya masukkan dalam makanannya.

Saat ini, bumbu masakan mudah didapatkan disekitar kita. Banyak yang menjual kemasan praktis juga. Namun, ada beberapa penyedap rasa yang terlalu banyak mengandung MSG yang tentu saja kurang baik untuk anak-anak kita. Tapi Ibu nggak perlu terlalu mengkhawatirkan hal itu lagi. Ada banyak bumbu organik dan lebih sehat yang bisa dibeli untuk pelengkap dan penyedap makanan si buah hati. Salah satunya bumbu organik “BUMBU BUNDA by Elia”.

Ada banyak jenis produk organik yang bisa langsung dipesan. Mulai dari kaldu ayam kampung, coconut cooking oil, garlic butter, unsalted butter, kecap ikan, minyak wijen, santan bubuk, dan masih banyak lagi.

Kelebihannya? Hummm, tentu saja banyak sekali, diantaranya:

1.       Halal MUI

2.      Natural

3.      Non Pengawet

4.      Non MSG

5.      Home made

6.      Memiliki sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang tujuannya agar produk yang dihasilkan oleh Perusahaan aman untuk dikonsumsi dan terhindar dari bahaya kontaminan baik secara phisik, kimia dan biologi.

7.      Menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices), yaitu suatu pedoman cara memproduksi pangan yang baik dengan tujuan agar produsen menghasilkan produk yang bermutu sesuai tuntutan konsumen, yang berarti produk tersebut terjamin mutunya dan aman dikonsumsi.

8.     Sertifikasi BPOM.

Kita bisa memesan BUMBU BUNDA melalui akun Instagramnya @bumbubunda.byelia atau klik di sini. Dibio akun tersebut terdapat link untuk pemesanan melalui berbagai marketplace.

Bagi saya pribadi, bumbu bukan hanya sekedar pelengkap dan penyedap rasa, tapi lebih dari itu. Bumbu, adalah Sejumput Cinta Kasih Ibu. 

Bagaimana denganmu? 😃

5 TEMPAT BAGUS YANG BISA KAMU KUNJUNGI JIKA BERLIBUR KE PAINAN

    Perjalanan domestik darat, laut dan udara tak perlu antigen atau PCR. Headline berita beberapa hari lalu yang sontak membuat banyak dari kita ikut bersorak. Horee..kemana-mana nggak perlu “tusuk hidung” lagi. Meski minyak goreng semakin langka dengan harga yang menggila, semoga tiket transportasi tak turut serta, agar kita bisa healing kemana-mana.

    Sejak pandemi mulai mengikat langkah kita, healing tiba-tiba menjadi istilah yang populer. Kita butuh sesuatu hal untuk “menyembuhkan” keterkekangan kita ulah pandemi. Healing bisa berupa apa saja. Makan makanan favorit, marathon Netflix, juga mengunjungi tempat-tempat menarik.

    Painan, kota kecil indah yang terkenal dengan Pantai Carocok, Bukit Langkisau dan Pulau cingkuak-nya, bisa menjadi salah satu “place of my vibe”nya kalian untuk berhealing ria. Disamping destinasi utama, ada tempat-tempat seru disekitar destinasi tersebut yang wajib kalian samperin jika berlibur kesini. Sini aku bisikin tempat favorit kami yang tentu saja sayang untuk dilewati jika berkunjung ke kota kecil ini.  

1.    Mesjid terapung Samudra Ilahi

Berada tepat di pinggir Pantai Carocok, bagi teman-teman yang muslim kalian bisa melepas “beban” di sini. “Penyembuhan” terbaik mana lagi, melebihi bertemu langsung dengan penyembuh sesungguhnya.  Iya kan? :D

Mesjid yang diresmikan 5 Februari 2021 ini bisa kalian kunjungi dengan berjalan kaki beberapa meter saja dari huruf-huruf raksasa ikon Pantai Carocok. Sejuknya sepoi-sepoi angin pantai, ademnya suasana di dalam masjid, bakal bikin kamu betah berlama-lama di sini. Bawa orang tua kesini? Dijamin mereka bakal bahagia dan senang sekali.

2.   Paparakan Café and Gallery

Kafe tepi pantai yang baru-baru ini buka bisa jadi pilihan terbaik untuk menikmati pantai sambil menyantap seafood segar dan enak saat makan siang. Pada hari-hari tertentu, kalian bisa makan sambil menikmati akustik disini. Kafe ini punya halaman belakang yang cukup luas. Kalian bisa bersantai dihammock yang terikat diantara pohon-pohon pala disana. Bersantai menikmati angin pantai, menunggu pesanan seafood hangat disajikan. 

Setelah kenyang, kalian bisa berjalan-jalan ringan di jalan beraspal mulus depan kafe, view yang langsung membingkai Pantai Carocok, Pulau Kareta dan Pulau Cingkuak, tanpa penghalang mata sama sekali. Wisata healing yang sempurna, bukan?


3.   Jalan lingkar Salido - Carocok

Jalan ini persis di depan Paparakan Café and gallery tadi. Jalan sejauh 2,5 kilometer ini menghubungkan pantai Salido dan Carocok Painan. 

Disepanjang jalan ini kalian akan disuguhi pemandangan pantai. Bersepeda, jogging pagi atau berkendara sepanjang jalan ini bisa menjadi pilihan bagus untuk kalian coba dan nikmati.

Masih disekitar Jalan lingkar Salido-Carocok dan tak jauh dari Paparakan Café and Gallery tadi, juga ada “sekelumit” pantai rindang yang cocok untuk bersantai sore jika ombak tidak pasang. Kami (saya, suami dan putri semata wayang kami) menyebut pantai ini “pantai pribadi”.  Yap, setiap kali kami berkunjung pagi hari, pantai mungil ini selalu sepi. Dibagian ujung pantai ini, rimbun oleh pohon yang rindang, yang dahan dan daunnya melengkung ke pasir pantai, membentuk seperti lengkungan gua. Berteduh dibawah sini menyantap camilan yang dibawa sendiri, sambil melihat anak riang bermain pasir dan karang, huummmm..nikmat Tuhan mana lagi yang akan kita dustakan.


4.   Takicok Coffe & Drinks

Beberapa meter dari Gerbang Pantai Carocok, kalian akan menemukan tongkrongan berkonsep milenial ini. Memesan beragam minuman dan makanan, sambil menikmati view pantai Carocok dari lantai atas. Memandang laut dengan kapal nelayan yang berjejeran, menyeruput minuman kesukaan, bertukar cerita dengan teman, tapi jangan lupa tetap patuhi protocol kesehatan. Okeee…!

5.    Pantai Hutan Peri

Begitu anak kami, Zea, menyebut pantai yang rimbun oleh cemara laut ini. Tempat ini bukan destinasi utama atau berada disekitaran pantai carocok seperti tempat-tempat yang disebutkan sebelumnya. Pantai ini terletak di Salido. Teman-teman bisa masuk lewat jalan kecil di samping Puskesmas Salido. Terus saja menyusuri jalan “setapak” dan diujung jalan, pantai ini akan langsung terlihat. Menuju pantai ini hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat. Jika menggunakan kendaraan roda empat, kalian bisa numpang parkir disekitaran Puskesmas. Jangan lupa membawa tikar dan bekal jika berkunjung ke pantai tersembunyi ini. Karena bukan destinasi wisata utama, tak ada yang berjualan di sekitar pantai ini. Jadi, sediakan bekal, sebelum lapar ya! :D


Yuk ke Painan !


**Semua foto by Yuka Fainka Putra

The Early Spring: Ketika Jatuh Cinta saja Tidak Cukup

Ada masa ketika aku bisa betah menonton drama hanya karena dua orang yang bahkan belum saling suka sudah kelihatan punya chemistry. Seka...