JUNI
JIN IS BACK
Kepulangan Jin bukan hanya momen penting bagi BTS, tetapi juga bagi seluruh penggemar yang selalu setia menunggu. Saat melihat Jin keluar dan disambut oleh 6 member lainnya – Yoonggi baru terlihat saat Live Weverse 😖 dan menyapa para penggemar, ada keharuan yang tak terbendung. Mata yang berkilauan, senyum yang tulus, dan sosok yang selalu menawan, itulah Jin yang selalu kami cintai.
Ketika keenam anggota lainnya menyambut Jin dengan pelukan hangat, kami tau pasti bahwa ikatan itu begitu kuat. Semua member bukan hanya rekan satu grup, tapi mereka adalah keluarga yang saling menguatkan dan saling percaya.
Wajib militer di Korea Selatan bukanlah tugas yang ringan. Butuh pengorbanan besar bagi setiap laki-laki muda, termasuk Jin, yang harus meninggalkan kehidupan publik mereka. Namun, Jin telah menunjukkan ketangguhan dan dedikasi yang luar biasa. Dia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kini kembali pasti dengan sosok yang baru.
ARMYdeul, mari kita rayakan momen istimewa ini dengan penuh sukacita. Kepulangan Jin bukan hanya sekedar kembalinya seorang idola, tetapi juga simbol dari ketangguhan, dedikasi, dan kasih sayang. Jin telah menginspirasi kita semua dengan keteguhannya, dan sekarang saatnya kita menunjukkan betapa kita menghargainya.
Jin, kami menyambutmu dengan tangan terbuka dan hati yang
penuh kebahagiaan dan kerinduan. Terima kasih telah menjadi panutan yang luar
biasa bagi kami semua. Semoga perjalananmu ke depan penuh dengan kebahagiaan
dan kesuksesan.
Selamat datang kembali, Our World Wide Hansome. Dunia telah begitu
merindukanmu.
Amyyyyyy...Jin telah kembali..!!
Apobangpo
Borahaeeee....
FESTA 2024: 11 tahun BANGTAN dan ARMY berjalan bersama
Hai,
ARMY! 🌟
Setiap
tahun, bulan Juni selalu menjadi waktu yang paling kita dinantikan. Tahun ini
tahun ke-11 kita bersama Bangtan, dan yang membuatnya lebih istimewa Jin kembali
dari dinas militernya..Yeeeey.
Tahun
ini, Bangtan kembali menyambut kita dengan FESTA 2024, sebuah perayaan yang
lebih dari sekedar memperingati 11 tahun perjalanan mereka sejak debut di tahun
2013. Tentu saja Bangtan telah menyiapkan rangkaian acara yang penuh
kejutan dan kebahagiaan. Inilah momen istimewa di mana kita, ARMY, mendulang cinta tak terhingga dari Bangtan kesayangan kita.
Jadwal dan Highlight FESTA 2024
Pembukaan FESTA – 2 Juni 2024
FESTA tahun ini dimulai dengan peluncuran poster
resmi pada 2 Juni. Poster ini bukan hanya sekedar gambar, tetapi sebuah simbol
dari perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama. Setiap kali melihatnya,
hati kita akan kembali diingatkan akan semua kenangan indah bersama BANGTAN dan
ARMY.
Penjualan Tiket BANG BANG CON – 4 Juni 2024
Tanggal 4 Juni adalah hari penting di mana tiket untuk BANG BANG CON mulai dijual. Konser
online ini selalu menjadi momen yang sangat dinantikan karena kita bisa
merasakan energi luar biasa dari penampilan BANGTAN meski hanya melalui layar.
Konser Online BANG BANG CON – 8 Juni 2024
Puncak dari FESTA 2024 adalah
konser online yang akan diadakan pada 8 Juni. Ini bukan sekedar konser biasa,
tetapi sebuah perayaan penuh emosi di mana BANGTAN akan membawakan lagu-lagu
hits mereka dengan penuh semangat. Meski terpisah jarak, kita tetap bisa
merasakan kehangatan dan kedekatan yang ditawarkan oleh Bangtan. Seperti
tahun-tahun sebelumnya, BANGBANG CON disiarkan langsung di youtube BANGTAN TV
dan Weverse.
BANGBANG CON akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan Setlis:
- 2014 BANGTAN Live Trilogy Episode II : The Red Bullet
- BANGTAN Live Trilogy Episode III : The Wings Tour
- BANGTAN World Tour Love Yourself : Speak Yourself FINAL
Teaser Misterius – 13 Juni 2024
Hari ulang tahun BANGTAN yang ke-11 pada 13 Juni ini akan dipenuhi dengan kejutan-kejutan. Teaser misterius dengan pesan "ARMY" dan "SEE YOU" telah membuat kita semua penasaran dan bersemangat. Apa ya yang mereka siapkan? Penasaran? Pasti! tetapi yang pasti, ini akan menjadi momen yang tak terlupakan.
Kembalinya Jin
dari Dinas Militer
Salah satu momen paling dinantikan dalam FESTA 2024 adalah kembalinya Jin dari dinas militer. Setelah 18 bulan menjalani tugasnya sebagai warga negara Korea Selatan, Jin akhirnya kembali pada kita tepat waktu untuk ikut serta dalam perayaan ini. Kehadirannya bukan hanya sekedar kembali ke grup, tetapi juga sebuah simbol cinta yang dalam terhadap ARMY. Sehari setelah kembali, Jin akan menemui dan membuat Army bersemangat dengan event Light Hug untuk 1000 Army di Jamsil Indoor Stadium. Super excited kaaaan kalian bakal dipeluk ama Jin..!
Kembalinya Jin memberikan harapan dan kebahagiaan yang tak terhingga bagi semua ARMY. Kita selalu merindukan Jin di setiap penampilan dan aktivitas BANGTAN. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya kita melihat Jin kembali. Momen yang kita tunggu-tunggu, di mana kebahagiaan dan haru bercampur jadi satu. Jin bukan hanya seorang anggota BTS, tetapi juga seorang saudara yang telah kita rindukan selama ini. Kembalinya Jin memberikan warna baru dalam perayaan FESTA tahun ini.
Rilis NEVER
LET GO
Tak hanya
kepulangan Jin yang membuat excited, tapi Jum’at 7 Juni 2024 jam 11.00 WIB, Maknae, adek bontot kesayangan kita akan merilis singlenya. Lagu yang mempresentasikan
penghormatan tulus dan cinta tanpa batas untuk ARMY, merangkum pesan “Jangan
pernah melepaskan tangan satu sama lain”.
APOBANGPO,
Kookieyaaaa...
Kenapa FESTA Begitu Spesial?
FESTA selalu
menjadi waktu di mana BANGTAN dan ARMY saling berbagi cinta dan kebahagiaan.
Setiap konten yang dirilis, mulai dari video musik, wawancara, hingga foto-foto
eksklusif, semuanya disiapkan dengan penuh cinta. Ini adalah waktu
di mana Army merasa benar-benar dekat dengan Bangtan, meski jauh jarak
yang memisahkan.
Sebagai ARMY, FESTA adalah saat di mana kita bisa merasakan bagaimana BANGTAN menghargai dan mencintai kita. Semua kerja keras mereka, semua usaha untuk membuat kita bahagia, semuanya begitu terasa dalam setiap detail perayaan ini. Inilah yang membuat kita semakin mencintai dan menghargai mereka.
Setiap tahun, BANGTAN
selalu berhasil membuat kita merasa istimewa. Melalui FESTA, mereka menunjukkan
bahwa cinta mereka untuk kita adalah nyata dan tak pernah pudar. Mereka tidak
hanya menghibur kita dengan musik, tetapi juga memberikan kita kebahagiaan dan
cinta yang tulus.
Sebagai seorang ARMY, saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. BANGTAN bukan hanya idola, mereka adalah inspirasi, sumber kekuatan, dan sumber kebahagiaan.
Siapkan hati kalian, ARMY! FESTA 2024 akan menjadi
perayaan penuh cinta, musik, dan semangat yang tak terbendung dari BTS. Mari
kita buat kenangan tak terlupakan bersama dan tunjukkan dukungan kita yang tak
tergoyahkan untuk para anggota yang telah memberikan begitu banyak hal bagi kita.
Happy 11th Bangtanversary.....
Borahae! 💜
Kuliah Itu Kebutuhan Tersier: antara Pernyataan dan Kenyataan
Baru-baru ini, Menteri Pendidikan
Nadiem Makarim membuat pernyataan yang mengundang perhatian banyak pihak:
kuliah adalah kebutuhan tersier. Bagi banyak orang, terutama generasi milenial
dan generasi Z, pernyataan ini bisa terasa mengejutkan atau bahkan kontroversial.
Kuliah sebagai Kebutuhan Tersier:
Perspektif Nadiem Makarim
Ditengah perbincangan ini semua
saya mencoba membaca polemik ini dari sudut pandang Mas Menteri. Bukan, bukan
karena saya kenal dan tahu betul dengan pemikiran beliau, hanya mencoba untuk berbaik
sangka kenapa pernyataan itu keluar begitu saja.
Mungkin, mungkin yaaa..menurut Nadiem
kuliah bukan lagi satu-satunya jalan menuju sukses. Di zaman digital dan
teknologi ini, skill praktis dan pengalaman kerja langsung sering lebih
dihargai daripada sekadar gelar akademik. Banyak perusahaan besar sekarang
lebih peduli dengan kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah, kreativitas,
dan adaptabilitas.
Bukan berarti kuliah jadi nggak
penting, tapi lebih ke cara kita memandang dan memanfaatkannya. Nadiem mengajak
kita untuk melihat kuliah sebagai salah satu dari banyak jalan menuju tujuan
hidup, bukan satu-satunya.
Kenyataannya
Namun sebagai seseorang yang
pernah merasakan pendidikan tinggi di kampus bergengsi dunia, Nadiem pasti
paham banget kalau kuliah itu membuka banyak peluang untuk berkembang.
Pendidikan tinggi mengubah cara berpikir, menambah wawasan, dan memperluas koneksi.
kuliah juga memperluas cakrawala kita dan mengajarkan banyak hal yang gak bisa
kita dapatkan di tempat lain. Bahkan, pendidikan tinggi sering jadi jalan utama
buat banyak orang untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka.
Menurut penelitian dari UNESCO,
setiap tambahan tahun pendidikan dapat meningkatkan pendapatan individu hingga
10%. Selain itu, data dari BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka
pada lulusan perguruan tinggi lebih rendah dibandingkan dengan lulusan sekolah
menengah. Dengan gelar sarjana, peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
dan bergaji tinggi juga semakin besar. Hal ini jelas menunjukkan bahwa
pendidikan tinggi bukan hanya soal belajar di kelas, tapi juga soal
meningkatkan kualitas hidup dan status sosial seseorang.
Jadi, walaupun Nadiem bilang
kuliah itu kebutuhan tersier, kita juga gak bisa mengabaikan fakta bahwa
pendidikan tinggi bisa jadi salah satu kunci untuk mencapai kehidupan yang
lebih baik. Bagi banyak orang, kuliah adalah investasi jangka panjang yang membuka
pintu menuju masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan.
Isu Terbaru Pendidikan Tinggi di
Indonesia
Pernyataan Nadiem muncul di
tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh pendidikan tinggi di Indonesia.
Salah satunya adalah tingginya biaya kuliah (UKT) yang membuat akses terhadap
pendidikan tinggi masih sulit bagi banyak orang. Menurut data terbaru, biaya
kuliah di universitas negeri bisa mencapai puluhan juta rupiah per semester,
sedangkan di universitas swasta bisa lebih tinggi lagi. Hal ini membuat banyak
calon mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah terpaksa mencari alternatif
lain atau bahkan tidak melanjutkan pendidikan.
Tingginya UKT ini menjadi beban
berat terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Banyak orang
tua yang harus memutar otak untuk bisa membiayai pendidikan anak-anak mereka,
bahkan nggak jarang ada yang terpaksa berutang atau menjual aset mereka demi
menguliahkan anak tercinta. Akibatnya, banyak calon mahasiswa yang berbakat
tetapi kurang mampu secara finansial, terpaksa mengubur impian mereka untuk
melanjutkan pendidikan tinggi.
Dan nggak sedikit juga mahasiswa
yang harus bekerja paruh waktu demi membiayai kuliah mereka, yang pada akhirnya
bisa mengganggu fokus dan prestasi akademik mereka. Hal ini tentunya menambah
beban mental dan fisik yang harus mereka tanggung selama masa studi.
Tingginya UKT tidak hanya
mempengaruhi akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan
mahasiswa. Banyak mahasiswa yang merasa terbebani dengan biaya yang tinggi,
sehingga mereka harus mencari cara untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Ini
seringkali berdampak pada kualitas hidup mereka, termasuk asupan gizi yang
tidak memadai dan kurangnya waktu istirahat yang cukup.
Tidak hanya itu, tingginya UKT
juga membuat banyak mahasiswa terjebak dalam lingkaran utang. Mereka terpaksa
mengambil pinjaman pendidikan yang harus dibayar setelah lulus atau seperti
yang diberitakan terlilit pinjaman online. Beban utang ini bisa menjadi
penghalang besar dalam memulai karier mereka, karena sebagian besar penghasilan
awal mereka harus dialokasikan untuk membayar utang.
PTN BH dan Komersialisasi
Pendidikan
Kebijakan PTN BH memberikan
kebebasan lebih besar kepada universitas untuk mengelola keuangan mereka,
termasuk menentukan besaran UKT. Tujuannya sih biar universitas bisa
meningkatkan kualitas pendidikan dengan dana yang lebih besar. Tapi, sayangnya,
dampak negatifnya adalah biaya kuliah jadi semakin mahal.
Komersialisasi pendidikan yang
tercermin dari kenaikan UKT ini bikin pendidikan tinggi makin terlihat seperti
barang dagangan. Perguruan tinggi, terutama yang berstatus PTN BH, seringkali
lebih fokus mengumpulkan dana buat pembangunan infrastruktur dan peningkatan
fasilitas. Namun, hal ini nggak selalu diikuti dengan peningkatan kualitas
pengajaran dan aksesibilitas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pendekatan yang tepat
Meski sudah banyak upaya dilakukan untuk mengurangi beban biaya kuliah, masih banyak yang harus diperbaiki supaya pendidikan tinggi bisa diakses oleh semua orang. Kita butuh pendekatan yang tepat dan kerja sama yang solid antara pemerintah, universitas, dan sektor swasta. Bayangkan, dana pendidikan yang sebesar 20% dari APBN itu bisa banget dimanfaatkan lebih efektif buat menurunkan biaya kuliah.
Kalau pemerintah, kampus, dan
sektor swasta bisa bekerja sama dengan baik, kita pasti bisa mengatasi masalah
tingginya UKT. Beberapa upaya kerjasama
berikut bisa semakin diupayakan.
1.
Beasiswa dan Bantuan Pendidikan
Ø Pemerintah: Meningkatkan
jumlah dan cakupan program beasiswa seperti KIP-Kuliah, serta memastikan
distribusi yang adil dan tepat sasaran.
Ø Universitas: Menyediakan
beasiswa internal bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, serta mengurangi
atau menghapus biaya tambahan yang tidak perlu.
Ø Sektor
Swasta: Perusahaan dan yayasan dapat berkontribusi dengan mendanai
beasiswa dan program bantuan pendidikan. Contoh sukses adalah beasiswa dari
perusahaan besar seperti Djarum Foundation atau Tanoto Foundation.
2. Program
Magang dan Kerja Sama Industri
Ø Pemerintah: Mendorong
kebijakan yang memfasilitasi kerja sama antara perguruan tinggi dan industri
melalui insentif pajak bagi perusahaan yang menerima mahasiswa magang.
Ø Universitas:
Mengintegrasikan program magang ke dalam kurikulum untuk memberikan pengalaman
kerja nyata kepada mahasiswa seperti yang sudah ada dalam program kampus
merdeka.
Ø Sektor
Swasta:Menyediakan program magang berbayar yang tidak hanya
memberikan pengalaman kerja tetapi juga membantu mahasiswa secara finansial.
3. Pengelolaan
Dana Pendidikan
Ø Pemerintah: Memastikan
dana pendidikan dari APBN dikelola dengan transparan dan efisien, serta
dialokasikan untuk program yang mendukung aksesibilitas pendidikan tinggi.
Ø Universitas: Menerapkan
manajemen keuangan yang transparan dan bertanggung jawab, serta fokus pada
efisiensi penggunaan dana untuk kebutuhan akademik dan kesejahteraan mahasiswa.
Ø Sektor
Swasta: Melakukan investasi dalam bentuk endowment funds yang
dikelola oleh universitas untuk memberikan pendapatan berkelanjutan guna
menurunkan biaya kuliah.
4. Pengembangan
Infrastruktur dan Teknologi Pendidikan
Ø Pemerintah: Memberikan
dana untuk pengembangan infrastruktur pendidikan, termasuk teknologi dan
fasilitas yang mendukung pembelajaran jarak jauh.
Ø Universitas: Menggunakan
dana dengan bijak untuk meningkatkan fasilitas dan teknologi yang dapat
menunjang pembelajaran yang lebih efektif.
Ø Sektor
Swasta: Bermitra dengan universitas untuk menyediakan teknologi
pendidikan seperti platform e-learning, laboratorium virtual, atau perangkat
keras dan lunak yang diperlukan.
5. Program
Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan
Ø Pemerintah: Membuat
kebijakan yang mendukung lifelong learning dan menyediakan dana untuk
program pelatihan bagi lulusan.
Ø Universitas: Menawarkan
program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan
industri, serta memperbarui kurikulum secara berkala.
Ø Sektor
Swasta: Berkolaborasi dengan universitas untuk mengembangkan program
pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja masa depan, dan mendanai
program tersebut.
6. Pendekatan
Inovatif dalam Pembiayaan Pendidikan
Ø Pemerintah: Mengembangkan
skema pembiayaan pendidikan yang inovatif seperti income-share agreements (ISA)
di mana pembayaran dilakukan setelah mahasiswa bekerja dan mendapatkan
penghasilan.
Ø Universitas: Menerapkan
model pembiayaan alternatif yang bisa meringankan beban biaya awal bagi
mahasiswa.
Ø Sektor
Swasta: Mendukung skema pembiayaan pendidikan inovatif dengan
menyediakan dana awal atau jaminan pembiayaan.
Dengan berbagai pendekatan dan
kerja sama yang solid ini, kita bisa menciptakan sistem pendidikan tinggi yang
lebih inklusif dan terjangkau untuk semua orang.
Ini bukan cuma soal uang, tapi
soal memberikan kesempatan yang adil bagi semua generasi muda Indonesia untuk
meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan impian mereka. Dengan pendidikan yang
lebih terjangkau, kita bisa memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan bagi
lebih banyak anak muda untuk mencapai potensi maksimal mereka.
Yuk, kita bareng-bareng berjuang
supaya setiap generasi muda Indonesia bisa kuliah dan meraih mimpi-mimpi
mereka! Kita bisa berharap agar setiap anak muda di negeri ini, apapun latar
belakangnya, punya kesempatan yang sama untuk kuliah dan meraih masa depan yang
lebih cerah. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, kita semua bisa ikut
membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih maju. Dan cita-cita untuk
memiliki generasi emas di tahun 2045 bukan lagi bualan semata.
Queen of Tears
Drama korea Queen of Tears berakhir dengan
rating tertinggi 24,9 %. Rating
ini tercatat sebagai rekor tertinggi drama korea yang tayang di stasiun TV tvN.
Sebagai pecinta drakor, alasan utama saya menonton drama ini tentu saja karena
aktornya. Comeback akting aktor termahal Kim Soo hyun.
Saya mengenal Kim Soo Hyun sejak drama Dream High yang ia bintangi Bersama
Suzy, IU dan aktor lainnya. Siapa sangka setelah waktu berlalu ia menjadi aktor
termahal dengan akting yang memukau. Drama yang digarap oleh dua sutradara,
yaitu Jang Young-woo dan Kim Hee-won ini juga menampilkan Kim Ji won. Meski
udah tau Kim Ji won sejak drama The Heirs 2013 lalu, namun aktingnya di drama
Descendants of The Sun pada 2016 lah yang bikin saya jatuh hati pada aktris
cantik ini.
Seperti drama romance pada umumnya, kisah yang ditampilnya cukup sederhana.
Namun seperti biasa, salah satu daya tarik drakor adalah mampu menyajikan kisah
yang sederhana menjadi sangat dalam dan bermakna.
Kisah ini menceritakan seorang Baek Hyun woo yang diperankan oleh Kim
Soo-hyun. Sosok lelaki sempurna yang sebenarnya sulit ada di dunia nyata.
Hehehe. Tampan, Mapan, Cerdas, Pintar, Pengacara jebolan SNU, atlet tinju, jago
renang, anak kepala desa dan juragan pir yang cukup di hormati di kampung
halamannya plus baik hati dan bucin pula. Baek Hyun woo memulai karir pengacaranya di perusahaan
Queens Group. Perusahaan
tempat ia bertemu dan jatuh cinta pada Hong Hae in, anak magang yang suka
menendang mesin fotokopi, sering dimarahi dan mengalami kesulitan yang ternyata
adalah cucu pemilik perusahaan.
Kisah cinta itu membawa mereka pada sebuah pernikahan yang membuat iri
banyak orang. Pernikahan ini menambah kesempurnaan seorang Baek Hyun woo yang disebut-sebut bak cinderella versi
cowok. 3 tahun menikah, hubungan itu sepertinya tak terselamatkan lagi. Dan
Hyun woo berniat untuk menggugat cerai istrinya. Usut punya usut, ternyata
bukan tekanan dari keluarga Hae in yang membuat Hyun woo ingin menyerah, tapi
hubungan dingin dengan istrinyalah yang membuat Hyun woo merasa bahwa
perceraian adalah jalan yang tepat buatnya untuk terbebas dari istri dan
keluarganya.
Cerita itu dimulai dari sebuah kebahagian saat Hae in dinyatakan hamil 3 bulan. Namun
kebahagian tersebut tak berlangsung lama. Hae in keguguran dan kehilangan buah
hatinya. Namun alih-alih berpelukan dan merasa sedih bersama, Hae in dan Hyun
wo memilih cara lain menutupi kesedihan mereka. Hae in memilih mengosongkan
kamar bayi yang sudah mereka dekorasi, dan Hyun wo merasa marah saat Hae in
melakukan itu, dan malah pindah kamar tersebut. Sejak itu hubungan mereka jadi
terkesan dingin dan berjarak.
Membahas drama ini rasanya nggak lengkap tanpa membahas latar belakang
tokoh-tokohnya. Yuk kita kuliti satu persatu.
Hong Hae in
Cewek cantik pintar nan keren ini sebenarnya adalah sosok yang kesepian.
Ingat nggak saat bulan madu di Jerman, saat mereka jalan-jalan di taman yang
berdekatan dengan area pemakaman. Hae in bilang ”aku mau dimakamkan di
tempat yang ramai, biar aku nggak ngerasa sendirian”. Hae in yang selama
hidupnya apa-apa dilakukan sendirian, tak ingin sampai akhir hidupnya juga
seperti itu. Sikap Hae in yang dingin dan kesepian ini sebenarnya tak terlepas dari peran ibunya yang
membencinya sejak kecil, sejak kakak
laki-lakinya meninggal dunia. Sang Ibu menyalahkan Hae in sebagai penyebabnya.
Hingga puluhan tahun sang ibu membenci dan tak memberinya kasih sayang. Uluran
tangan Hae in kecil, selalu ditepis ibunya. Hae in tumbuh tanpa pelukan, dengan
rasa bersalah, kesepian dan tanpa kasih seorang ibu. Bahkan saat dia berusaha
memberitahu ibunya bahwa dia sedang sakit, ibunya bilang ”kalau kamu punya
masalah, pasti bisa mengatasi sendiri, selama ini kamu kuat dan bisa beresin
banyak hal sendirian”. Hae in jadi terbiasa tidak mengungkapkan perasaannya
dan merasa kosong sendirian. Ia tumbuh dengan dengan tuduhan penyebab kematian
kakaknya dan dianggap saingan oleh orang-orang sekitarnya. Dari luar Hae in
kelihatan tumbuh dengan baik. Tapi secara psikologis Hae in adalah cangkang
yang kosong. Hingga nggak aneh kalau setelah dewasa, Hae in jadi sulit
menunjukkan perasaannya sendiri, karena ngerasa hanya bisa bergantung dan
ngandalin dirinya sendiri. Buat komunikasi aja dia gengsi. Menunjukkan sedih
saat kehilangan buah hati saja dia tidak mau. ”Daripada mengetuk pintumu dan
berbicara, aku memilih diam dan membencimu”, Hae in mengakui perasaannya di
kemudian hari. Untungnya Hae in ketemu cowok green flag Baek Hyun woo yang
tumbuh dengan utuh.
Baek Hyun woo
Bertolak belakang dengan Hae in, pengacara berbakat Baek Hyun Woo,
dibesarkan dengan pelukan dan kasih sayang dari Ayah, Ibu dan kedua kakaknya.
Dibesarkan dalam keluarga yang hangat, diapresiasi semua pencapaiannya dan
dipuk-puk punggungnya saat iya punya masalah atau kalah. Oleh kehangatan itu,
Hyun woo tumbuh menjadi orang yang percaya diri dan baik hati.
Yoon Eun sung
Yoon Eun sung atau David Yoon yang
diperankan oleh Park Sung hoon memiliki masa lalu panjang dengan Hae in. Eun sung
merupakan mantan analis Wall Street yang berbakat dalam urusan merger dan
akuisisi. Suatu hari, Yoon Eun sung memutuskan pulang ke Korea dan melanjutkan
karier sebagai investor.
Tokoh antagonis nan nyebelin ini awalnya
hanya seorang anak laki-laki polos yang ditinggal ibunya di panti asuhan. Ibunya meninggalkan Eun sung kecil demi
uang. Demi mengejar ambisinya untuk menguasai uang konglomerat kaya yang
menjadikannya pasangan tidak sah konglomerat tersebut. Eun sung akhirnya tumbuh
dengan luka, trauma, penantian dan haus akan kasih seorang ibu dan dengan
pemikiran bahwa uang adalah segalanya, uang akan membawa ibu kembali padanya. Namun
saat uang ternyata tak mampu untuk meraih Hae in, Eun sung menemukan ”gong”
nya. Bagi Eun sung, ditinggalkan dan tak dicintai adalah trauma yang mendalam. Diakhir
episode ia malah tega menembak Hae in, wanita yang dicintainya, dan ingin
membawanya pergi meski dalam keadaan tidak bernyawa sekalipun. Meski
menyebalkan, Eun Sung sebenarnya sangat menyedihkan.
Hong Soo Cheol dan Cheon Da Hye
Hong soo Cheol tumbuh dengan dimanja oleh Ibunya. Apa-apa nggak boleh
karena takut Soo Cheol terluka. Sampai akhirnya ia malah baru belajar
mengendarai sepeda saat sudah punya anak dan ingin anaknya belajar sepeda dari
dia. Karena selalu dilindungi, meskipun berakhlak baik, Soo Cheol tumbuh menjadi
orang yang mudah dibohongi. Da Hye tumbuh di panti asuhan tanpa bimbingan orang
tua. Meski akhirnya ia kembali pada Soo Cheol, Da Hye sempat tergelincir
kehilangan arah.
Drama ini mengajarkan banyak hal pada kita. Peran orang tua, terutama Ibu
berpengaruh besar dalam tumbuh kembang anaknya. Bahwa apapun itu, emosi sayang,
senang, sedih, marah, kecewa, ya ungkapin aja, apalagi sama suami sendiri.
Bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam membina rumah tangga.
RAMADHAN KAREEM
Satupertiganya telah berlalu. Fase rahmat
berakhir hari ini. Fase maghfirah dan Itqun minan nar akan
mengisi duapertiga berikutnya. Bagi kita umat Islam, Ramadhan bukan hanya bulan
biasa dalam hitungan kalender hijriah. Bulan ini adalah bulan istimewa, bulan
yang penuh kedamaian, ketenangan, penyembuhan, kebaikan, pengampunan, kasih
sayang, bulan menggapai surga, bulan al-Qur’an, bulan wahyu, dan bulan perayaan
menjadi seorang muslim. Bulan dimana kita berlatih menahan diri, tidak hanya
melakukan apa yang kita inginkan, namun melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan
Yang Maha kuasa.
Ramadhan adalah segitiga refleksi yang
memantul pada tiga hubungan penting dalam hidup. Pada diri sendiri, pada Tuhan
dan pada manusia dan alam sekitar.
Ramadhan adalah perjalanan spiritual
seorang manusia. Tak hanya menahan haus dan lapar yang tak seberapa disiang
harinya, Ramadhan adalah refleksi dari takaran keimanan kita. Ramadhan membawa
kita menyusuri lebih jauh ke dalam diri. Suatu perintah Tuhan yang dimulai
dengan firmanNya ”Wahai orang-orang yang beriman”. Karena hanya orang-orang
beriman yang akan sanggup menyusuri dan menyelesaikan perjalanan ini.
Ramadhan adalah kesempatan yang sempurna
untuk mengenal dan merefleksi diri kita. Waktu terbaik untuk menata prioritas hidup
sebagai seorang hamba. Siang dan malamnya bergelimang keberkahan. Pahala bertaburan
berkelimpahan. Semua amalan akan diganjar pahala layaknya poin jakpot berlipat
ganda. Kesempatan yang mungkin tak datang lagi tahun depannya, semoga bisa
manfaatkan dengan bijaksana.
Semoga setiap sujud, setiap takbir, setiap
zikir, dan setiap interaksi dengan Al-Qur'an menjadi momen yang mempererat
ikatan kita dengan Allah SWT. Semoga haus dan lapar menjadikan kita manusia
yang peka akan akan kondisi sesama. Semoga diujung perjalanan, kita mencapai
derajat taqwa.
Selamat menunaikan Ibadah Shiyam dan
Qiyam, saudara handai taulan seagama di seluruh jagat raya. Semoga keberkahan
Ramadhan memenuhi kehidupan kita.
Resensi Temanku Orang Buku
Biodata
Buku
Judul
buku : Temanku Orang Buku
Penulis : Muhidin M. Dahlan
Penerbit : JBS
Tahun
terbit : 2023
Tebal buku : 190 halaman
Sejak kecil, buku selalu menjadi teman istimewa buat saya.
Menghabiskan jam istirahat Sekolah Dasar di pojok ruang guru yang penuh dengan
buku-buku baru, tidak kembali ke kelas hingga jam sekolah berakhir karena saya
lupa waktu jika sudah ”terbenam” di tumpukan buku perpustakaan pesantren, bergadang
menuntaskan hingga halaman terakhir sebuah novel Lucy Maud Montgomery padahal
besoknya ujian semester di kampus, dan membawa serta buku setiap saya pergi
berkendara ke beberapa tempat. Begitulah arti buku dalam denyut nadi saya. Bahkan
salah kesekian saya menikahi suami karena kami sama-sama mencintai buku dan
kata-kata.
Sebegitu istimewanya buku bagi saya, membuat saya
mengenal dan berkenalan dengan beberapa penulis yang karyanya saya baca. Dan suami
saya berperan banyak mengenalkan saya pada mereka. Saya masih ingat bagaimana
senangnya saya bisa menginap semalam di rumah sekaligus toko buku sastra milik seorang
teman saat bulan madu kami di Jogja, dan bagaimana exitednya saya saat berfoto
bersama Joko Pinurbo di sebuah festival kesenian waktu itu. Atau betapa
bahagianya saya setelah ngobrol sebentar sambil sarapan sate bersama Pinto
Anugrah pagi itu. Buku dan penulisnya adalah pendar lain dalam terang
benderangnya hidup saya.
Namun seberapapun istimewanya buku bagi saya, tak sampai
hingga mengenal orang-orang buku dan seluk beluk persebaran dunia perbukuan. Hingga
dua hari lalu, saat sebuah paket buku pesanan suami terlihat di atas meja dan
saya melihat kelima buah judulnya. Kata suami dia hanya pesan tiga buku, tapi
malah dikirim lima, begitulah salah satu keistimewaan berteman dengan orang
buku. Ada satu judul yang membuat saya tertarik membuka plastik sampulnya. Judul
buku ini sudah beberapa kali melintas di beranda akun Instagram saya yang
mengikuti sebuah penerbit dan penjual buku sastra kesayangan kami, Jual Buku
Sastra (JBS), karena buku ini diterbitkan di sana. Judul buku itu, ”Temanku
Orang Buku”, karya Muhidin M. Dahlan.
Buku ini seperti biografi singkat dari 27 nama yang
bergerak dalam ruang remang kerja di ranah perbukuan. Gus Muh mempersembahkan
kisah-kisah mereka dan merangkai potret-potret inspiratif dari para penggerak
perbukuan yang mengubah dunia dengan kata-kata dan kerja nyata mereka. Seolah
tidak ingin tergerus oleh ingatan yang dangkal, Gus Muh ingin mematrikan teman-teman
disepanjang nasib perbukuannya dengan memberi mereka panggung dalam ingatan semua
pembaca buku ini.
Layaknya menceritakan seorang teman, Gus Muh menceritakan
mereka ber-27 dengan gamblang, dengan ”telanjang”. Namun garis merah dari semua
pertautan takdir orang-orang ini tetap satu: Gairah yang luar biasa untuk dan
pada buku.
Layaknya sebuah dokumentasi, rekam jejak orang-orang buku
ini akan terus tercatat dalam sejarah dan menjadi halte perkenalan para pembaca
buku seperti saya yang tak berteman dengan orang-orang buku ini. Jika penasaran
tentang insan-insan perbukuan yang luar biasa itu, silahkan menyambangi mereka
melalui buku 190 halaman ini. Panjang umurlah dunia perbukuan.
The Early Spring: Ketika Jatuh Cinta saja Tidak Cukup
Ada masa ketika aku bisa betah menonton drama hanya karena dua orang yang bahkan belum saling suka sudah kelihatan punya chemistry. Seka...
-
Apa kabar awal pekan kalian, teman-teman? Lagi hectic aka rempong sama rutinitas yang super padat, atau justru bisa menikmati hari dengan am...
-
(instagram.com/netflixid) Bagi teman-teman yang udah nonton Our Beloved Summer, pasti nggak asing lagi sama aktor “slengek an” satu ini, C...













.jpeg)
.png)
