JUNI



Kami memulai Juni dengan riang gembira. 
Buat saya, banyak hal-hal baik terjadi sepanjang bulan ini. FESTA BTS yang bertabur konten yang menghibur sudah dimulai sejak tanggal 2 sampai 8. Pulangnya Jin dari wajib militer tanggal 12, disambut ulang tahun BTS tanggal 13. Tanggal 8 dan 13 juga ulang tahun Rion dan Rina (adik laki-laki dan adik perempuan uda dan saya). 

Tanggal 15 hingga 20 kami berlibur Idul Adha di kampung halaman saya. Jalan-jalan singkat keliling kampung, memandang gunung, ke pasar dan Rumah Gadang. Dimasakin makanan favorit oleh Umak, kalap belanja di toko organik, jajan buah dan camilan di suzuya, jajan buku di Gramedia, belanja coklat dan brownies di Magenta, makan sushi dan ramen di tempat langganan, dan banyak tempat lainnya yang menguras tabungan. 

Namun puncak kebahagiaan dan kegembiraan itu datang di tanggal 21. 
8 tahun lalu, bagian dari diriku lahir di tanggal itu. Dan 8 tahun ini, hadirnya adalah defenisi dari bahagia itu sendiri. 

Sebelum pulang kampung, kue sudah kami pesan. Kado-kado sudah dibeli sebahagian. Dan hari ini, kami excited membeli lilin, topeng, kertas kado dan balon sambil berkejaran dengan hujan. 

Kue ulang tahun bertema Kuromi itu sudah datang sejak pagi. Kado-kado sudah dibungkus. Malam ini perayaan sekali setahun yang Zea nanti-nanti itu akan kami rayakan. 

Tentu saja do'a-do'a sudah kami langitkan. Berharap pada Tuhan agar putri semata wayang kami sehat sejahtera, panjang umur berkah usia, selalu dalam dekapan lindunganNya, sholehah hafizah, santun berakhlaqul karimah, mandiri pemberani, baik rendah hati, sayang pada orang tua, kaya raya, bersyukur, bergembira dan berbahagia. 

Tanggal 22 sepertinya kabar gembira juga akan tiba. Hari penerimaan raport juga hari yang Zea tunggu. Semoga hasil belajarnya seperti yang dia mau. 

Saya tentu saja berharap kebahagiaan dan kegembiraan ini akan runut. Namun liku takdir telah tertulis di Lauh MahfuzNya. Kita hanya bisa menengadah tangan dan berdo'a. Semoga. 

JIN IS BACK

Setiap kali mendengar kata "pulang", ada sesuatu yang terasa menyeruak dan membuat air mata mengambang. Selalu ada kehangatan dan rindu yang mengharu. Itulah yang saya -dan tentu saja jutaan ARMY lainnya di seluruh dunia- rasa saat kabar bahagia ini tiba: Kim Seok Jin kami, akhirnya kembali dari wajib militernya.

Sebagai Army tentu saja saya tak bisa menahan perasaan haru dan bahagia ini. Jin pulang dan langsung mengadakan Live di Weverse saat saya sedang menunggu antrian di sebuah Bank untuk mengurus keperluan kampus. Rasanya ingin sekali berteriak dan menangis melihat Jin dilayar smartphone saya. Jin kami pulang, dan seperti kepergiannya dulu, kami selalu berlinang air mata. Namun kali ini, kami menangis bahagia. Jin akan mengisi kembali hari-hari yang kosong dari keberadaannya. Jin akan kembali memanggil “Amyyyyyyyyy....”, Jin akan kembali mengingatkan kami untuk selalu mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Kepulangan Jin bukan hanya momen penting bagi BTS, tetapi juga bagi seluruh penggemar yang selalu setia menunggu. Saat melihat Jin keluar dan disambut oleh  6 member lainnya – Yoonggi baru terlihat saat Live Weverse 😭– dan menyapa para penggemar, ada keharuan yang tak terbendung. Mata yang berkilauan, senyum yang tulus, dan sosok yang selalu menawan, itulah Jin yang selalu kami cintai.

Ketika keenam anggota lainnya menyambut Jin dengan pelukan hangat, kami tau pasti bahwa ikatan itu begitu kuat. Semua member bukan hanya rekan satu grup, tapi mereka adalah keluarga yang saling menguatkan dan saling percaya. 

Wajib militer di Korea Selatan bukanlah tugas yang ringan. Butuh pengorbanan besar bagi setiap laki-laki muda, termasuk Jin, yang harus meninggalkan kehidupan publik mereka. Namun, Jin telah menunjukkan ketangguhan dan dedikasi yang luar biasa. Dia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan kini kembali pasti dengan sosok yang baru.

Oiya, Yoongi akhirnya muncul dan bergabung dengan yang lain saat Live Weverse. Senang melihatmu lagi Min PD kesayangan. Kami akan menunggumu juga.

ARMYdeul, mari kita rayakan momen istimewa ini dengan penuh sukacita. Kepulangan Jin bukan hanya sekedar kembalinya seorang idola, tetapi juga simbol dari ketangguhan, dedikasi, dan kasih sayang. Jin telah menginspirasi kita semua dengan keteguhannya, dan sekarang saatnya kita menunjukkan betapa kita menghargainya.

Jin, kami menyambutmu dengan tangan terbuka dan hati yang penuh kebahagiaan dan kerinduan. Terima kasih telah menjadi panutan yang luar biasa bagi kami semua. Semoga perjalananmu ke depan penuh dengan kebahagiaan dan kesuksesan.

Selamat datang kembali, Our World Wide Hansome. Dunia telah begitu merindukanmu.

Amyyyyyy...Jin telah kembali..!!

Apobangpo

Borahaeeee....


----------------------------------------------
PS : Semua foto by Dispatch Korea


FESTA 2024: 11 tahun BANGTAN dan ARMY berjalan bersama


Hai, ARMY! 🌟💜

Setiap tahun, bulan Juni selalu menjadi waktu yang paling kita dinantikan. Tahun ini tahun ke-11 kita bersama Bangtan, dan yang membuatnya lebih istimewa Jin kembali dari dinas militernya..Yeeeey.

Tahun ini, Bangtan kembali menyambut kita dengan FESTA 2024, sebuah perayaan yang lebih dari sekedar memperingati 11 tahun perjalanan mereka sejak debut di tahun 2013. Tentu saja Bangtan telah menyiapkan rangkaian acara yang penuh kejutan dan kebahagiaan. Inilah momen istimewa di mana kita, ARMY, mendulang cinta tak terhingga dari Bangtan kesayangan kita.

Jadwal dan Highlight FESTA 2024


Pembukaan FESTA – 2 Juni 2024 

FESTA tahun ini dimulai dengan peluncuran poster resmi pada 2 Juni. Poster ini bukan hanya sekedar gambar, tetapi sebuah simbol dari perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama. Setiap kali melihatnya, hati kita akan kembali diingatkan akan semua kenangan indah bersama BANGTAN dan ARMY.

Penjualan Tiket BANG BANG CON – 4 Juni 2024 

Tanggal 4 Juni adalah hari penting di mana tiket untuk BANG BANG CON mulai dijual. Konser online ini selalu menjadi momen yang sangat dinantikan karena kita bisa merasakan energi luar biasa dari penampilan BANGTAN meski hanya melalui layar.

Konser Online BANG BANG CON – 8 Juni 2024 

Puncak dari FESTA 2024 adalah konser online yang akan diadakan pada 8 Juni. Ini bukan sekedar konser biasa, tetapi sebuah perayaan penuh emosi di mana BANGTAN akan membawakan lagu-lagu hits mereka dengan penuh semangat. Meski terpisah jarak, kita tetap bisa merasakan kehangatan dan kedekatan yang ditawarkan oleh Bangtan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, BANGBANG CON disiarkan langsung di youtube BANGTAN TV dan Weverse.

BANGBANG CON akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan Setlis:

  •  2014 BANGTAN Live Trilogy Episode II : The Red Bullet
  • BANGTAN Live Trilogy Episode III : The Wings Tour
  • BANGTAN World Tour Love Yourself : Speak Yourself FINAL

Teaser Misterius – 13 Juni 2024 

Hari ulang tahun BANGTAN yang ke-11 pada 13 Juni ini akan dipenuhi dengan kejutan-kejutan. Teaser misterius dengan pesan "ARMY" dan "SEE YOU" telah membuat kita semua penasaran dan bersemangat. Apa ya yang mereka siapkan? Penasaran? Pasti! tetapi yang pasti, ini akan menjadi momen yang tak terlupakan.

Kembalinya Jin dari Dinas Militer

Salah satu momen paling dinantikan dalam FESTA 2024 adalah kembalinya Jin dari dinas militer. Setelah 18 bulan menjalani tugasnya sebagai warga negara Korea Selatan, Jin akhirnya kembali pada kita tepat waktu untuk ikut serta dalam perayaan ini. Kehadirannya bukan hanya sekedar kembali ke grup, tetapi juga sebuah simbol cinta yang dalam terhadap ARMY. Sehari setelah kembali, Jin akan menemui dan membuat Army bersemangat dengan event Light Hug untuk 1000 Army di Jamsil Indoor Stadium. Super excited kaaaan kalian bakal dipeluk ama Jin..!

Kembalinya Jin memberikan harapan dan kebahagiaan yang tak terhingga bagi semua ARMY. Kita selalu merindukan Jin di setiap penampilan dan aktivitas BANGTAN. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya kita melihat Jin kembali. Momen yang kita tunggu-tunggu, di mana kebahagiaan dan haru bercampur jadi satu. Jin bukan hanya seorang anggota BTS, tetapi juga seorang saudara yang telah kita rindukan selama ini. Kembalinya Jin memberikan warna baru dalam perayaan FESTA tahun ini.

Rilis NEVER LET GO

Tak hanya kepulangan Jin yang membuat excited, tapi Jum’at 7 Juni 2024 jam 11.00 WIB, Maknae, adek bontot kesayangan kita akan merilis singlenya. Lagu yang mempresentasikan penghormatan tulus dan cinta tanpa batas untuk ARMY, merangkum pesan “Jangan pernah melepaskan tangan satu sama lain”.

APOBANGPO, Kookieyaaaa...

Kenapa FESTA Begitu Spesial?

FESTA selalu menjadi waktu di mana BANGTAN dan ARMY saling berbagi cinta dan kebahagiaan. Setiap konten yang dirilis, mulai dari video musik, wawancara, hingga foto-foto eksklusif, semuanya disiapkan dengan penuh cinta. Ini adalah waktu di mana Army merasa benar-benar dekat dengan Bangtan, meski jauh jarak yang memisahkan.

Sebagai ARMY, FESTA adalah saat di mana kita bisa merasakan bagaimana BANGTAN menghargai dan mencintai kita. Semua kerja keras mereka, semua usaha untuk membuat kita bahagia, semuanya begitu terasa dalam setiap detail perayaan ini. Inilah yang membuat kita semakin mencintai dan menghargai mereka.

Setiap tahun, BANGTAN selalu berhasil membuat kita merasa istimewa. Melalui FESTA, mereka menunjukkan bahwa cinta mereka untuk kita adalah nyata dan tak pernah pudar. Mereka tidak hanya menghibur kita dengan musik, tetapi juga memberikan kita kebahagiaan dan cinta yang tulus.

Sebagai seorang ARMY, saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. BANGTAN bukan hanya idola, mereka adalah inspirasi, sumber kekuatan, dan sumber kebahagiaan. 

Siapkan hati kalian, ARMY! FESTA 2024 akan menjadi perayaan penuh cinta, musik, dan semangat yang tak terbendung dari BTS. Mari kita buat kenangan tak terlupakan bersama dan tunjukkan dukungan kita yang tak tergoyahkan untuk para anggota yang telah memberikan begitu banyak hal bagi kita.

Happy 11th Bangtanversary.....

Borahae! 💜



Kuliah Itu Kebutuhan Tersier: antara Pernyataan dan Kenyataan

 

Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim membuat pernyataan yang mengundang perhatian banyak pihak: kuliah adalah kebutuhan tersier. Bagi banyak orang, terutama generasi milenial dan generasi Z, pernyataan ini bisa terasa mengejutkan atau bahkan kontroversial.

Kuliah sebagai Kebutuhan Tersier: Perspektif Nadiem Makarim

Ditengah perbincangan ini semua saya mencoba membaca polemik ini dari sudut pandang Mas Menteri. Bukan, bukan karena saya kenal dan tahu betul dengan pemikiran beliau, hanya mencoba untuk berbaik sangka kenapa pernyataan itu keluar begitu saja.

Mungkin, mungkin yaaa..menurut Nadiem kuliah bukan lagi satu-satunya jalan menuju sukses. Di zaman digital dan teknologi ini, skill praktis dan pengalaman kerja langsung sering lebih dihargai daripada sekadar gelar akademik. Banyak perusahaan besar sekarang lebih peduli dengan kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah, kreativitas, dan adaptabilitas.

Bukan berarti kuliah jadi nggak penting, tapi lebih ke cara kita memandang dan memanfaatkannya. Nadiem mengajak kita untuk melihat kuliah sebagai salah satu dari banyak jalan menuju tujuan hidup, bukan satu-satunya.

Kenyataannya

Namun sebagai seseorang yang pernah merasakan pendidikan tinggi di kampus bergengsi dunia, Nadiem pasti paham banget kalau kuliah itu membuka banyak peluang untuk berkembang. Pendidikan tinggi mengubah cara berpikir, menambah wawasan, dan memperluas koneksi. kuliah juga memperluas cakrawala kita dan mengajarkan banyak hal yang gak bisa kita dapatkan di tempat lain. Bahkan, pendidikan tinggi sering jadi jalan utama buat banyak orang untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka.

Menurut penelitian dari UNESCO, setiap tambahan tahun pendidikan dapat meningkatkan pendapatan individu hingga 10%. Selain itu, data dari BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada lulusan perguruan tinggi lebih rendah dibandingkan dengan lulusan sekolah menengah. Dengan gelar sarjana, peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan bergaji tinggi juga semakin besar. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal belajar di kelas, tapi juga soal meningkatkan kualitas hidup dan status sosial seseorang.

Jadi, walaupun Nadiem bilang kuliah itu kebutuhan tersier, kita juga gak bisa mengabaikan fakta bahwa pendidikan tinggi bisa jadi salah satu kunci untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Bagi banyak orang, kuliah adalah investasi jangka panjang yang membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan.

Isu Terbaru Pendidikan Tinggi di Indonesia

Pernyataan Nadiem muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah tingginya biaya kuliah (UKT) yang membuat akses terhadap pendidikan tinggi masih sulit bagi banyak orang. Menurut data terbaru, biaya kuliah di universitas negeri bisa mencapai puluhan juta rupiah per semester, sedangkan di universitas swasta bisa lebih tinggi lagi. Hal ini membuat banyak calon mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah terpaksa mencari alternatif lain atau bahkan tidak melanjutkan pendidikan.

Tingginya UKT ini menjadi beban berat terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Banyak orang tua yang harus memutar otak untuk bisa membiayai pendidikan anak-anak mereka, bahkan nggak jarang ada yang terpaksa berutang atau menjual aset mereka demi menguliahkan anak tercinta. Akibatnya, banyak calon mahasiswa yang berbakat tetapi kurang mampu secara finansial, terpaksa mengubur impian mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Dan nggak sedikit juga mahasiswa yang harus bekerja paruh waktu demi membiayai kuliah mereka, yang pada akhirnya bisa mengganggu fokus dan prestasi akademik mereka. Hal ini tentunya menambah beban mental dan fisik yang harus mereka tanggung selama masa studi.  

Tingginya UKT tidak hanya mempengaruhi akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang merasa terbebani dengan biaya yang tinggi, sehingga mereka harus mencari cara untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Ini seringkali berdampak pada kualitas hidup mereka, termasuk asupan gizi yang tidak memadai dan kurangnya waktu istirahat yang cukup.

Tidak hanya itu, tingginya UKT juga membuat banyak mahasiswa terjebak dalam lingkaran utang. Mereka terpaksa mengambil pinjaman pendidikan yang harus dibayar setelah lulus atau seperti yang diberitakan terlilit pinjaman online. Beban utang ini bisa menjadi penghalang besar dalam memulai karier mereka, karena sebagian besar penghasilan awal mereka harus dialokasikan untuk membayar utang.

PTN BH dan Komersialisasi Pendidikan

Kebijakan PTN BH memberikan kebebasan lebih besar kepada universitas untuk mengelola keuangan mereka, termasuk menentukan besaran UKT. Tujuannya sih biar universitas bisa meningkatkan kualitas pendidikan dengan dana yang lebih besar. Tapi, sayangnya, dampak negatifnya adalah biaya kuliah jadi semakin mahal.

Komersialisasi pendidikan yang tercermin dari kenaikan UKT ini bikin pendidikan tinggi makin terlihat seperti barang dagangan. Perguruan tinggi, terutama yang berstatus PTN BH, seringkali lebih fokus mengumpulkan dana buat pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas. Namun, hal ini nggak selalu diikuti dengan peningkatan kualitas pengajaran dan aksesibilitas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Pendekatan yang tepat

Meski sudah banyak upaya dilakukan untuk mengurangi beban biaya kuliah, masih banyak yang harus diperbaiki supaya pendidikan tinggi bisa diakses oleh semua orang. Kita butuh pendekatan yang tepat dan kerja sama yang solid antara pemerintah, universitas, dan sektor swasta. Bayangkan, dana pendidikan yang sebesar 20% dari APBN itu bisa banget dimanfaatkan lebih efektif buat menurunkan biaya kuliah.

Kalau pemerintah, kampus, dan sektor swasta bisa bekerja sama dengan baik, kita pasti bisa mengatasi masalah tingginya UKT. Beberapa upaya  kerjasama berikut bisa semakin diupayakan.

1.   Beasiswa dan Bantuan Pendidikan

Ø  Pemerintah: Meningkatkan jumlah dan cakupan program beasiswa seperti KIP-Kuliah, serta memastikan distribusi yang adil dan tepat sasaran.

Ø  Universitas: Menyediakan beasiswa internal bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, serta mengurangi atau menghapus biaya tambahan yang tidak perlu.

Ø  Sektor Swasta: Perusahaan dan yayasan dapat berkontribusi dengan mendanai beasiswa dan program bantuan pendidikan. Contoh sukses adalah beasiswa dari perusahaan besar seperti Djarum Foundation atau Tanoto Foundation.


2.  Program Magang dan Kerja Sama Industri

Ø  Pemerintah: Mendorong kebijakan yang memfasilitasi kerja sama antara perguruan tinggi dan industri melalui insentif pajak bagi perusahaan yang menerima mahasiswa magang.

Ø  Universitas: Mengintegrasikan program magang ke dalam kurikulum untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa seperti yang sudah ada dalam program kampus merdeka.

Ø  Sektor Swasta:Menyediakan program magang berbayar yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja tetapi juga membantu mahasiswa secara finansial.

 

3.  Pengelolaan Dana Pendidikan

Ø  Pemerintah: Memastikan dana pendidikan dari APBN dikelola dengan transparan dan efisien, serta dialokasikan untuk program yang mendukung aksesibilitas pendidikan tinggi.

Ø  Universitas: Menerapkan manajemen keuangan yang transparan dan bertanggung jawab, serta fokus pada efisiensi penggunaan dana untuk kebutuhan akademik dan kesejahteraan mahasiswa.

Ø  Sektor Swasta: Melakukan investasi dalam bentuk endowment funds yang dikelola oleh universitas untuk memberikan pendapatan berkelanjutan guna menurunkan biaya kuliah.

 

4.  Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi Pendidikan

Ø  Pemerintah: Memberikan dana untuk pengembangan infrastruktur pendidikan, termasuk teknologi dan fasilitas yang mendukung pembelajaran jarak jauh.

Ø  Universitas: Menggunakan dana dengan bijak untuk meningkatkan fasilitas dan teknologi yang dapat menunjang pembelajaran yang lebih efektif.

Ø  Sektor Swasta: Bermitra dengan universitas untuk menyediakan teknologi pendidikan seperti platform e-learning, laboratorium virtual, atau perangkat keras dan lunak yang diperlukan.

 

5.  Program Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan

Ø  Pemerintah: Membuat kebijakan yang mendukung lifelong learning dan menyediakan dana untuk program pelatihan bagi lulusan.

Ø  Universitas: Menawarkan program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memperbarui kurikulum secara berkala.

Ø  Sektor Swasta: Berkolaborasi dengan universitas untuk mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja masa depan, dan mendanai program tersebut.

 

6.  Pendekatan Inovatif dalam Pembiayaan Pendidikan

Ø  Pemerintah: Mengembangkan skema pembiayaan pendidikan yang inovatif seperti income-share agreements (ISA) di mana pembayaran dilakukan setelah mahasiswa bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Ø  Universitas: Menerapkan model pembiayaan alternatif yang bisa meringankan beban biaya awal bagi mahasiswa.

Ø  Sektor Swasta: Mendukung skema pembiayaan pendidikan inovatif dengan menyediakan dana awal atau jaminan pembiayaan.

Dengan berbagai pendekatan dan kerja sama yang solid ini, kita bisa menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan terjangkau untuk semua orang.

Ini bukan cuma soal uang, tapi soal memberikan kesempatan yang adil bagi semua generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan impian mereka. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, kita bisa memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan bagi lebih banyak anak muda untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Yuk, kita bareng-bareng berjuang supaya setiap generasi muda Indonesia bisa kuliah dan meraih mimpi-mimpi mereka! Kita bisa berharap agar setiap anak muda di negeri ini, apapun latar belakangnya, punya kesempatan yang sama untuk kuliah dan meraih masa depan yang lebih cerah. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, kita semua bisa ikut membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih maju. Dan cita-cita untuk memiliki generasi emas di tahun 2045 bukan lagi bualan semata.

Queen of Tears

 

Drama korea Queen of Tears berakhir dengan rating tertinggi 24,9 %. Rating ini tercatat sebagai rekor tertinggi drama korea yang tayang di stasiun TV tvN. Sebagai pecinta drakor, alasan utama saya menonton drama ini tentu saja karena aktornya. Comeback akting aktor termahal Kim Soo hyun.

Saya mengenal Kim Soo Hyun sejak drama Dream High yang ia bintangi Bersama Suzy, IU dan aktor lainnya. Siapa sangka setelah waktu berlalu ia menjadi aktor termahal dengan akting yang memukau. Drama yang digarap oleh dua sutradara, yaitu Jang Young-woo dan Kim Hee-won ini juga menampilkan Kim Ji won. Meski udah tau Kim Ji won sejak drama The Heirs 2013 lalu, namun aktingnya di drama Descendants of The Sun pada 2016 lah yang bikin saya jatuh hati pada aktris cantik ini.

Seperti drama romance pada umumnya, kisah yang ditampilnya cukup sederhana. Namun seperti biasa, salah satu daya tarik drakor adalah mampu menyajikan kisah yang sederhana menjadi sangat dalam dan bermakna.

Kisah ini menceritakan seorang Baek Hyun woo yang diperankan oleh Kim Soo-hyun. Sosok lelaki sempurna yang sebenarnya sulit ada di dunia nyata. Hehehe. Tampan, Mapan, Cerdas, Pintar, Pengacara jebolan SNU, atlet tinju, jago renang, anak kepala desa dan juragan pir yang cukup di hormati di kampung halamannya plus baik hati dan bucin pula. Baek Hyun woo memulai karir pengacaranya di perusahaan Queens Group. Perusahaan tempat ia bertemu dan jatuh cinta pada Hong Hae in, anak magang yang suka menendang mesin fotokopi, sering dimarahi dan mengalami kesulitan yang ternyata adalah cucu pemilik perusahaan.

Kisah cinta itu membawa mereka pada sebuah pernikahan yang membuat iri banyak orang. Pernikahan ini menambah kesempurnaan seorang Baek Hyun woo yang disebut-sebut bak cinderella versi cowok. 3 tahun menikah, hubungan itu sepertinya tak terselamatkan lagi. Dan Hyun woo berniat untuk menggugat cerai istrinya. Usut punya usut, ternyata bukan tekanan dari keluarga Hae in yang membuat Hyun woo ingin menyerah, tapi hubungan dingin dengan istrinyalah yang membuat Hyun woo merasa bahwa perceraian adalah jalan yang tepat buatnya untuk terbebas dari istri dan keluarganya.

Cerita itu dimulai dari sebuah kebahagian saat  Hae in dinyatakan hamil 3 bulan. Namun kebahagian tersebut tak berlangsung lama. Hae in keguguran dan kehilangan buah hatinya. Namun alih-alih berpelukan dan merasa sedih bersama, Hae in dan Hyun wo memilih cara lain menutupi kesedihan mereka. Hae in memilih mengosongkan kamar bayi yang sudah mereka dekorasi, dan Hyun wo merasa marah saat Hae in melakukan itu, dan malah pindah kamar tersebut. Sejak itu hubungan mereka jadi terkesan dingin dan berjarak.

Membahas drama ini rasanya nggak lengkap tanpa membahas latar belakang tokoh-tokohnya. Yuk kita kuliti satu persatu.

Hong Hae in

Cewek cantik pintar nan keren ini sebenarnya adalah sosok yang kesepian. Ingat nggak saat bulan madu di Jerman, saat mereka jalan-jalan di taman yang berdekatan dengan area pemakaman. Hae in bilang ”aku mau dimakamkan di tempat yang ramai, biar aku nggak ngerasa sendirian”. Hae in yang selama hidupnya apa-apa dilakukan sendirian, tak ingin sampai akhir hidupnya juga seperti itu. Sikap Hae in yang dingin dan kesepian ini sebenarnya  tak terlepas dari peran ibunya yang membencinya sejak kecil,  sejak kakak laki-lakinya meninggal dunia. Sang Ibu menyalahkan Hae in sebagai penyebabnya. Hingga puluhan tahun sang ibu membenci dan tak memberinya kasih sayang. Uluran tangan Hae in kecil, selalu ditepis ibunya. Hae in tumbuh tanpa pelukan, dengan rasa bersalah, kesepian dan tanpa kasih seorang ibu. Bahkan saat dia berusaha memberitahu ibunya bahwa dia sedang sakit, ibunya bilang ”kalau kamu punya masalah, pasti bisa mengatasi sendiri, selama ini kamu kuat dan bisa beresin banyak hal sendirian”. Hae in jadi terbiasa tidak mengungkapkan perasaannya dan merasa kosong sendirian. Ia tumbuh dengan dengan tuduhan penyebab kematian kakaknya dan dianggap saingan oleh orang-orang sekitarnya. Dari luar Hae in kelihatan tumbuh dengan baik. Tapi secara psikologis Hae in adalah cangkang yang kosong. Hingga nggak aneh kalau setelah dewasa, Hae in jadi sulit menunjukkan perasaannya sendiri, karena ngerasa hanya bisa bergantung dan ngandalin dirinya sendiri. Buat komunikasi aja dia gengsi. Menunjukkan sedih saat kehilangan buah hati saja dia tidak mau. ”Daripada mengetuk pintumu dan berbicara, aku memilih diam dan membencimu”, Hae in mengakui perasaannya di kemudian hari. Untungnya Hae in ketemu cowok green flag Baek Hyun woo yang tumbuh dengan utuh.

Baek Hyun woo

Bertolak belakang dengan Hae in, pengacara berbakat Baek Hyun Woo, dibesarkan dengan pelukan dan kasih sayang dari Ayah, Ibu dan kedua kakaknya. Dibesarkan dalam keluarga yang hangat, diapresiasi semua pencapaiannya dan dipuk-puk punggungnya saat iya punya masalah atau kalah. Oleh kehangatan itu, Hyun woo tumbuh menjadi orang yang percaya diri dan baik hati.

Yoon Eun sung

Yoon Eun sung atau David Yoon yang diperankan oleh Park Sung hoon memiliki masa lalu panjang dengan Hae in. Eun sung merupakan mantan analis Wall Street yang berbakat dalam urusan merger dan akuisisi. Suatu hari, Yoon Eun sung memutuskan pulang ke Korea dan melanjutkan karier sebagai investor.

Tokoh antagonis nan nyebelin ini awalnya hanya seorang anak laki-laki polos yang ditinggal ibunya di panti asuhan. Ibunya meninggalkan Eun sung kecil demi uang. Demi mengejar ambisinya untuk menguasai uang konglomerat kaya yang menjadikannya pasangan tidak sah konglomerat tersebut. Eun sung akhirnya tumbuh dengan luka, trauma, penantian dan haus akan kasih seorang ibu dan dengan pemikiran bahwa uang adalah segalanya, uang akan membawa ibu kembali padanya. Namun saat uang ternyata tak mampu untuk meraih Hae in, Eun sung menemukan ”gong” nya. Bagi Eun sung, ditinggalkan dan tak dicintai adalah trauma yang mendalam. Diakhir episode ia malah tega menembak Hae in, wanita yang dicintainya, dan ingin membawanya pergi meski dalam keadaan tidak bernyawa sekalipun. Meski menyebalkan, Eun Sung sebenarnya sangat menyedihkan.

Hong Soo Cheol dan Cheon Da Hye

Hong soo Cheol tumbuh dengan dimanja oleh Ibunya. Apa-apa nggak boleh karena takut Soo Cheol terluka. Sampai akhirnya ia malah baru belajar mengendarai sepeda saat sudah punya anak dan ingin anaknya belajar sepeda dari dia. Karena selalu dilindungi, meskipun berakhlak baik, Soo Cheol tumbuh menjadi orang yang mudah dibohongi. Da Hye tumbuh di panti asuhan tanpa bimbingan orang tua. Meski akhirnya ia kembali pada Soo Cheol, Da Hye sempat tergelincir kehilangan arah.

Drama ini mengajarkan banyak hal pada kita. Peran orang tua, terutama Ibu berpengaruh besar dalam tumbuh kembang anaknya. Bahwa apapun itu, emosi sayang, senang, sedih, marah, kecewa, ya ungkapin aja, apalagi sama suami sendiri. Bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam membina rumah tangga.

RAMADHAN KAREEM

 

Satupertiganya telah berlalu. Fase rahmat berakhir hari ini. Fase maghfirah dan Itqun minan nar akan mengisi duapertiga berikutnya. Bagi kita umat Islam, Ramadhan bukan hanya bulan biasa dalam hitungan kalender hijriah. Bulan ini adalah bulan istimewa, bulan yang penuh kedamaian, ketenangan, penyembuhan, kebaikan, pengampunan, kasih sayang, bulan menggapai surga, bulan al-Qur’an, bulan wahyu, dan bulan perayaan menjadi seorang muslim. Bulan dimana kita berlatih menahan diri, tidak hanya melakukan apa yang kita inginkan, namun melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yang Maha kuasa.

Ramadhan adalah segitiga refleksi yang memantul pada tiga hubungan penting dalam hidup. Pada diri sendiri, pada Tuhan dan pada manusia dan alam sekitar.

Ramadhan adalah perjalanan spiritual seorang manusia. Tak hanya menahan haus dan lapar yang tak seberapa disiang harinya, Ramadhan adalah refleksi dari takaran keimanan kita. Ramadhan membawa kita menyusuri lebih jauh ke dalam diri. Suatu perintah Tuhan yang dimulai dengan firmanNya ”Wahai orang-orang yang beriman”. Karena hanya orang-orang beriman yang akan sanggup menyusuri dan menyelesaikan perjalanan ini.

Ramadhan adalah kesempatan yang sempurna untuk mengenal dan merefleksi diri kita. Waktu terbaik untuk menata prioritas hidup sebagai seorang hamba. Siang dan malamnya bergelimang keberkahan. Pahala bertaburan berkelimpahan. Semua amalan akan diganjar pahala layaknya poin jakpot berlipat ganda. Kesempatan yang mungkin tak datang lagi tahun depannya, semoga bisa manfaatkan dengan bijaksana.

Semoga setiap sujud, setiap takbir, setiap zikir, dan setiap interaksi dengan Al-Qur'an menjadi momen yang mempererat ikatan kita dengan Allah SWT. Semoga haus dan lapar menjadikan kita manusia yang peka akan akan kondisi sesama. Semoga diujung perjalanan, kita mencapai derajat taqwa.

Selamat menunaikan Ibadah Shiyam dan Qiyam, saudara handai taulan seagama di seluruh jagat raya. Semoga keberkahan Ramadhan memenuhi kehidupan kita.  

Resensi Temanku Orang Buku

 

Biodata Buku

Judul buku    : Temanku Orang Buku

Penulis           : Muhidin M. Dahlan

Penerbit         : JBS

Tahun terbit  : 2023

Tebal buku    : 190 halaman

Sejak kecil, buku selalu menjadi teman istimewa buat saya. Menghabiskan jam istirahat Sekolah Dasar di pojok ruang guru yang penuh dengan buku-buku baru, tidak kembali ke kelas hingga jam sekolah berakhir karena saya lupa waktu jika sudah ”terbenam” di tumpukan buku perpustakaan pesantren, bergadang menuntaskan hingga halaman terakhir sebuah novel Lucy Maud Montgomery padahal besoknya ujian semester di kampus, dan membawa serta buku setiap saya pergi berkendara ke beberapa tempat. Begitulah arti buku dalam denyut nadi saya. Bahkan salah kesekian saya menikahi suami karena kami sama-sama mencintai buku dan kata-kata.  

Sebegitu istimewanya buku bagi saya, membuat saya mengenal dan berkenalan dengan beberapa penulis yang karyanya saya baca. Dan suami saya berperan banyak mengenalkan saya pada mereka. Saya masih ingat bagaimana senangnya saya bisa menginap semalam di rumah sekaligus toko buku sastra milik seorang teman saat bulan madu kami di Jogja, dan bagaimana exitednya saya saat berfoto bersama Joko Pinurbo di sebuah festival kesenian waktu itu. Atau betapa bahagianya saya setelah ngobrol sebentar sambil sarapan sate bersama Pinto Anugrah pagi itu. Buku dan penulisnya adalah pendar lain dalam terang benderangnya hidup saya.

Namun seberapapun istimewanya buku bagi saya, tak sampai hingga mengenal orang-orang buku dan seluk beluk persebaran dunia perbukuan. Hingga dua hari lalu, saat sebuah paket buku pesanan suami terlihat di atas meja dan saya melihat kelima buah judulnya. Kata suami dia hanya pesan tiga buku, tapi malah dikirim lima, begitulah salah satu keistimewaan berteman dengan orang buku. Ada satu judul yang membuat saya tertarik membuka plastik sampulnya. Judul buku ini sudah beberapa kali melintas di beranda akun Instagram saya yang mengikuti sebuah penerbit dan penjual buku sastra kesayangan kami, Jual Buku Sastra (JBS), karena buku ini diterbitkan di sana. Judul buku itu, ”Temanku Orang Buku”, karya Muhidin M. Dahlan. 

Buku ini seperti biografi singkat dari 27 nama yang bergerak dalam ruang remang kerja di ranah perbukuan. Gus Muh mempersembahkan kisah-kisah mereka dan merangkai potret-potret inspiratif dari para penggerak perbukuan yang mengubah dunia dengan kata-kata dan kerja nyata mereka. Seolah tidak ingin tergerus oleh ingatan yang dangkal, Gus Muh ingin mematrikan teman-teman disepanjang nasib perbukuannya dengan memberi mereka panggung dalam ingatan semua pembaca buku ini.

Layaknya menceritakan seorang teman, Gus Muh menceritakan mereka ber-27 dengan gamblang, dengan ”telanjang”. Namun garis merah dari semua pertautan takdir orang-orang ini tetap satu: Gairah yang luar biasa untuk dan pada buku.

Layaknya sebuah dokumentasi, rekam jejak orang-orang buku ini akan terus tercatat dalam sejarah dan menjadi halte perkenalan para pembaca buku seperti saya yang tak berteman dengan orang-orang buku ini. Jika penasaran tentang insan-insan perbukuan yang luar biasa itu, silahkan menyambangi mereka melalui buku 190 halaman ini. Panjang umurlah dunia perbukuan.


The Early Spring: Ketika Jatuh Cinta saja Tidak Cukup

Ada masa ketika aku bisa betah menonton drama hanya karena dua orang yang bahkan belum saling suka sudah kelihatan punya chemistry. Seka...